Teacher Immersion Program 2017 Touchstone Institute (Singapura)

Teacher Immersion Program 2017

Touchstone Institute (Singapura), Wadi Sofia International School (Malaysia), dan Kunjungan Universitas di Universiti Sains Malaysia

 

Sebanyak 22 mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Surabaya berkesampatan untuk mengikuti Teacher Immersion Program di Wadi Sofia International College, Kelantan, Malaysia. Serangkaian Teacher Immersion Program ini diawali dengan kunjungan ke salah satu institusi pendidikan private internasional di Singapura, tepatnya di Touchstone Institute (24-25 Juli 2017) untuk mengikuti Teacher Workshop.

Mahasiswa disambut oleh Director Touchstone Institute, Mr. Gan. Dalam sambutannya, Mr. Gan mengatakan bahwa pada workshop kali ini, bukan hanya membagikan pengalaman mentor tentang dunia pendidikan, namun juga menjadi ajang untuk membagikan pengetahuan mahasiswa kepada mentor.

Mentor yang mendampingi mahasiswa selama workshop adalah Ms.Winnie Tan Med (Hons), UWA; PGDE (Sec), NIE. Beliau sudah berpengalaman di dunia pendidikan lebih dari 17 tahun. Dengan jam terbang yang cukup tinggi, Ms.Winnie memberikan berbagai macam pengalamannya kepada mahasiswa.

Foto1. Penjelasan tentang asesmen

 

Pada hari pertama, Ms. Winnie mengarahkan mahasiswa untuk mengenali jenis-jenis asesmen dalam dunia pendidikan dan bagaimana cara yang tepat untuk melakukannya. Setelah selesai dengan materi, mahasiswa diberikan waktu untuk menuliskan sebuah pertanyaan. Selanjutnya, pada hari kedua Ms. Winnie membagikan pengalamannya menggunakan IT dalam pembelajaran dan juga penilaian siswa. Hal ini tepat sekali, mengingat kemajuan teknologi di abad 21  ini sangatlah cepat. Pada pertemuan kedua pula, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mahasiswa diberikan oleh Ms. Winnie. Ms. Winnie merupakan mentor yang mampu menyampaikan materi dengan baik, sehingga mudah untuk dipahami. Workshop diakhiri dengan pembagian sertifikat dan photo session.

Mahasiswa peserta Teacher Immersion Program 2017 untuk yang kesekian kalinya ditempatkan di sebuah lembaga pendidikan private internasional milik Datuk Hassan bin Harun, Wadi Sofia College. Kompleks pendidikan private yang didirikan di sebuah lahan yang cukup luas sehingga bisa menampung beberapa gedung sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas. Mulai dari sekolah yang menerapkan kurikulum Malaysia hingga sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge. Mahasiswa tiba di Wadi Sofia College pada tanggal 29 Juli 2017, dan pada esok harinya, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri di hadapan guru dan siswa Wadi Sofia College.

Mahasiswa diberikan waktu dari tanggal 30 Juli hingga 10 Agustus 2017 untuk mengaplikasikan teori-teori pembelajaran yang didapatkan di bangku kuliah dan membagikan ilmu yang telah didapatkan sesuai dengan subject-nya masing-masing. Mahasiswa diberikan tugas untuk mengajar di kelas-kelas di Wadi Sofia International School, mulai dari Lower Secondary (Sec-1,2, dan 3) hingga Upper Secondary (Sec-4S dan 5S).

Foto. 2 Kegiatan pembelajaran di kelas sec-4S

 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh mentor. Mentor-mentor ini adalah para guru dari Wadi Sofia International School, yang tak hanya membantu mahasiswa dalam mempersiapkan pembelajaran namun juga mendampingi mahasiswa ketika mengajar dalam kelas sekaligus mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

Foto 3 .Beberapa peserta Immersion Program dengan mentor

 

Kegiatan pembelajaran di Wadi Sofia International School berlangsung kondusif, meskipun latar belakang siswa berasal dari negara dan budaya yang berbeda, namun para siswa tersebut bisa bergaul dengan baik satu sama lain. Demikin juga dengan lingkungan akademik yang terjaga baik. Hal itu bisa dilihat di sekitar sekolah, meskipun hari libur sekolah, masih banyak para siswa yang sedang tekun dengan buku pelajarannya. Sehingga sewaktu-waktu, para siswa bisa berinteraksi dengan mahasiswa dan membahas tentang materi pelajaran yang masih belum dipahami.

Beberapa kegiatan ekstra kurikuler atau club siswa yang sempat diamati oleh mahasiswa di antaranya adalah basket, drama, dan badminton.

 

Teacher Immersion Program di Wadi Sofia International School berjalan dengan lancar. Kegiatan penutupan secara resmi dilakukan bersama Datuk Hassan bin Harun di kediaman beliau sekaligus pertukaran vendel dan pembagian sertifikat bagi ke-22 mahasiswa peserta Teacher Immersion Program 2017.

Foto 4.Mahasiswa berfoto bersama Datuk Hassan bin Harun

Pada tanggal 6 Agustus 2017, ke-22 mahasiswa peserta Teacher Immersion Program dan beberapa siswa dari Wadi Sofia International School berkesempatan untuk mengunjungi salah satu perguruan tinggi tertua di Malaysia, yaitu USM (Universiti Sains Malaysia). Tujuannya adalah untuk membuka wawasan mahasiswa tentang pendidikan tinggi yang ada di Malaysia, khususnya USM. Salah satu fakultas yang diunggulkan di USM ini adalah Fakultas Ilmu Kesehatan. Bukan hanya menghasilkan dokter dan perawat, namun juga menghasilkan tenaga analis kesehatan lain seperti di bidang forensik dan farmasi. Dalam kunjungan kali ini, peserta disambut langsung oleh direktur USM kampus Kelantan, Prof. Norazmi Mohd Nor. Beberapa staf USM juga mengajak mahasiswa mengunjungi beberapa laboratorium analisa forensik, farmasi, dan ruang simulasi emergency room bagi calon perawat. Peserta sangat antusias dengan kunjungan universitas kali ini meskipun cuaca saat itu sedang hujan.

Foto 5. Mahasiswa berfoto bersama Prof. Norazmi Mohd Nor

Related posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *