Destilator Jaman Now “Sea Water Destilator Berbasis Energi Angin”

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas daerah perairan yang lebih besar dibandingkan dengan luas daerah daratannya. Hal ini menyebabkan mata pencaharian masyarakat Indonesia sebagian besar adalah nelayan. Keberadaan nelayan yang menjalani rutinitas hampir setiap waktu berada di laut mengakibatkan air tawar sebagai kebutuhan hidup menjadi terbatas di atas perahu. Energi angin merupakan salah satu energi alternatif di laut yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan guna menggantikan sumber energi berbahan bakar fosil.Penelitian ini fokus pada perancangan distilator berbasis energi angin yang dapat membantu mengolah air laut menjadi air tawar siap konsumsi dalam memenuhi kebutuhan air tawar nelayan.

Karena kebutuhan air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, maka penyediaan air baik dari segi kuantitas maupun dari kualitas mutlak diupayakan ditengah-tengah kehidupan manusia baik secara individu maupun kelompok. Dari kualitasnya air dapat memenuhi kriteria atau standar minum. Kualias air minum perlu diperhatikan sebelum dikonsumsi, sebab air yang tidak bersih atau kualitas rendah dapat merugikan kesehatan manusia.

Berawal dari keterbatasan air tawar saat melaut, kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Fisika yang beranggotakan Mochamad Alwanun Zaim (Fisika 2015), Rizki Nur Fadillah (Fisika 2016) dan Dian Fadila (Fisika 2017)  menawarkan solusi dalam menangani ketersediaan air tawar saat melaut secara efektif, efisien dan terfokuskan. Masyarakat akan dikenalkan dengan sebuah perangkat teknologi sederhana yang pada dasarnya merupakan mesin destilator yang memanfaatkan energi terbarukan yaitu, energi angin dalam pengolahan air laut menjadi air tawar. Destilator ini selain memanfaatkan konduktor logam sebagai pemanas utama. Destilator elektrik ini rendah energi dengan tegangan hanya 12 Volt DC, dan bersifat portabel yaitu mudah dibawa dan dipindah kemanapun sesuai kebutuhan. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Dengan pendanaan Belmawa-Ristekdikti tim tersebut mencoba membuat Destilator berbasis energi angin. Dibawah bimbingan Ibu Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, S.Pd., M.Pd tim juga melakukan uji coba lebih lanjut mengenai potensi angin di daerah pesisir pantai yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan generator tersebut.

Uji coba destilator dilakukan di laut, sebab laut memiliki potensi angin yang dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan yang dikonversi menjadi menjadi energi listrik, sehingga dapat mengatasi keterbatasan persediaan air tawar saat melaut, melalui proses distilasi. Proses distilasi yaitu proses mengubah air laut menjadi air tawar. Proses distilasi ini menghilangkan kandungan garam pada air laut sehingga air menjadi tawar dan dapat dikonsumsi.

Related posts



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »