Mahasiswa UNESA Laksanakan PPL di TAU-Laboratory School, Filipina

Mahasiswa UNESA Laksanakan PPL di TAU-Laboratory School, Filipina

Mahasiswa UNESA mendapatkan sertifikat dari Tarlac Agricultural University

Melakukan Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan tahapan penting bagi mahasiswa calon guru agar dapat mengenal dunia keguruan sebelum terjun didalamnya. Setiap tahun, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengirim mahasiswanya ke berbagai sekolah nasional maupun internasional di dalam negeri serta Sekolah Internasional Wadi Sofia di Malaysia untuk melaksanakan PPL. Namun ada hal yang berbeda pada tahun ini, UNESA telah bekerjasama dengan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO)di program Sea-Teacheruntuk pelaksanaan PPL internasional. Program Sea-Teacher dilaksanakan selama empat minggu yang dimulai dari tanggal 12 Agustus 2018 hingga 9 September 2018. Melalui program Sea-Teacher ini, UNESA mengirimkan empat mahasiswa FMIPA ke Filipina, tepatnya di Tarlac Agricultural University (TAU) yang berlokasi di Malacampa, Camiling, Tarlac. Empat mahasiswa tersebut adalah Prily Nur Indasari (Pendidikan Sains), Serly Rachmadani Hamid (Pendidikan Sains), Khoirun Nisa (Pendidikan Matematika), dan Elok Kartika Sari (Pendidikan Matematika).

TAU-Laboratory School

            Empat mahasiswa yang dikirim berkesempatan untuk mengajar di Laboratory School milik Tarlac Agricultural University (TAU). Laboratory School memiliki dua jenjang sekolah yaitu Sekolah Menengah Pertama (kelas 7-10) dan Sekolah Menengah Atas (kelas 11-12). Pada jenjang SMP terdapat dua kelas yang disediakan yaitu kelas yang menggunakan kurikulum Science and Technology dan kelas yang menggunakan kurikulum Agriculture-Homemaking. Pada kelas AgHome terdapat aktivitas gardening, cooking dll sedangkan pada kelas Science lebih menonjol pada aspek akademik. Kegiatan aktif belajar-mengajar yang berlangsung di TAU-Laboratory School adalah dihari Senin hingga Kamis yang dimulai pada pukul 7.00 – 17.00 sedangkan pada hari Jum’at siswa melakukan kegiatan diluar kelas seperti berolahraga atau kegiatan berkebun. Bahasa yang digunakan saat kegiatan pembelajaran berlangsung adalah bahasa inggris dan filipino, hal tersebut bergantung pada guru yang mengajar, namun hampir semua siswa dapat berbicara bahasa inggris dengan baik.

            Pada minggu pertama, mahasiswa PPL melaksanakan observasi di kelas terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kelas dan fasilitas yang ada, siswa serta bagaimana cara guru mengajar. Setiap mahasiswa PPL memiliki guru pamong masing-masing yang akan membantu mereka dalam merancang kegiatan belajar-mengajar. Kemudian pada minggu kedua, mahasiswa mulai melaksanakan tugas mengajar dan assisting. Sedangkan pada minggu ketiga adalah pelaksanaan evaluasi. Berdasarkan observasi selama kurang lebih tiga minggu berada di sekolah, para siswa terlihat sangat aktif dalam pembelajaran di kelas dan lebih menyukai kegiatan seperti praktikum daripada hanya dijelaskan materi oleh guru.

Kegiatan Belajar Mengajar pada Materi IPA

 

Kegiatan Belajar Mengajar pada Materi Matematika

            Kegiatan selama program Sea-Teacher tidak selalu mengajar di sekolah. Para peserta program juga mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh TAU seperti ASEAN Festival. Pada ASEAN Festival, semua peserta program diminta untuk mengenakan baju adat Indonesia dan mengikuti parade. Selain itu peserta program juga menampilkan tarian mau-mere serta menyanyikan lagu-lagu daerah di atas panggung yang disaksikan oleh seluruh warga TAU.

ASEAN Festival (Rabu, 5 September 2018)

Seluruh mahasiswa TAU, dosen hingga guru dan siswa Laboratory School juga ikut meriahkan ASEAN Festival.Beberapa siswa bahkan dilatih marching band untuk mengiringi parade. Sedangkan mahasiswa TAU mengenakan baju traditional dari berbagai negara.

Karnaval pada acara ASEAN Festival

Setelah hampir empat minggu berada Filipina, pada tanggal 9 September 2018 mahasiswa PPL UNESA harus kembali ke Indonesia. Banyak pengalaman yang didapat dari program ini, tidak hanya pengalaman mengajar namun juga dalam aspek sosial & budaya. Ini adalah pertama kalinya bagi UNESA bekerjasama dengan SEAMEO dan berharap bisa tetap berlanjut…

Foto bersama mahasiswa Sea-Teacher dan pihak TAU dalam Acara Pembukaan

Related posts



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »