KUNJUNGAN INDUSTRI Ke PT AJINOMOTO INDONESIA

Kegiatan Kunjungan Industri berlangsung pada tangga l4 April 2017 di PT Ajinomoto Indonesia Mojokerto. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa kelas Pendidikan Kimia B 2014 beserta dosen pengampu mata kuliah Anorganik III. Kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta pada saat perjalanan ke tempat tujuan. Perjalanan kurang lebih ditempuh dalam waktu satu jam. Setelah sampai ditempat tujuan, mahasiswa beserta dosen pengampu mata kuliah Anorganik III menuju tempat yang sudah disediakan oleh perusahaan. Di perusahaan tersebut, mahasiswa beserta dosen mendapatkan materi mengenai MSG. Mahasiswa beserta dosen diarahkan oleh petugas PT Ajinomoto Indonesia menuju plant–plant yang ada di PT. Ajinomoto Indonesia.

Foto Bersama Dosen, mahasiswa, dan staf Ajinomoto

Dosen, mahasiswa, dan staf Ajinomoto

Pada kegiatan ini peserta yang mengikuti Kunjungan Industri sebanyak 35 mahasiswa. PT. Ajinomoto merupakan salah satu industri yang fokus memproduksi asam amino. Industri ini tersebar di beberapa negara, salah satunya berada di Indonesia. PT. Ajinomoto Indonesia memproduksi bahan penyedap rasa (Monosodium Glutamat). Industri ini memiliki 2 cabang di Indonesia yang terletak di Mojokerto dan Karawang. Cabang industri di Mojokerto memproduksi Monosodium glutamat, mayonise, tepung bumbu instant dan saus tiram.
Monosodium glutamat (MSG) diproduksi dari tetes tebu, tepung tapioka dan tetes buah bit yang diproses melalui beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu pencampuran bahan baku dengan ammonia atau urea dengan perbandingan bahan baku tetes tebu 50%, tepung tapioka 40%, tetes buah bit 10%. Setelah tercampur, kemudian difermentasi dengan penambahan bakteri brevi bacterium lactofermentum. Penambahan ammonia atau urea berfungsi sebagai sumber nitrogen.Tahap kedua yaitu kristalisasi. Pada tahap ini bahan yang telah terfermentasi ditambahkan asam sulfida yang berfungsi untuk memisahkan glutamat dari campuran, sehingga dihasilkan asam glutamat.Tahap ketiga adalah tahap pemisahan yang berfungsi untuk memisahkan produk utama yang berupa asam glutamat dari produk sampingnya yaitu amina. Pemisahan dilakukan dengan menerapkan prinsip sentrifuge.Tahap keempat yaitu penambahan NaOH ke dalam asam glutamat sehingga dihasilkan cairan garam monosodium glutamat yang memiliki pH netral.

Tahap kelima yaitu decolorisasi. Pada tahap ini, larutan MSG yang dihasilkan ditambahkan karbon aktif yang berfungsi menyerap pengotor.Tahap keenam adalah tahap penyaringan.Tahap ketujuh adalah kristalisasi.Tahap kedelapan adalah pemisahan dari pengotor.Tahap kesembilan adalah tahap pengeringan.Tahap kesepuluh adalah tahap pengemasan.

Produk lain yang diproduksi di PT. Ajinomoto Indonesia Mojokerto seperti sajiku (tepung bumbu), penyedap rasa (masako) memiliki tahapan yang sama dengan tahap pembuatan MSG hanya saja pada produk Masako ditambahkan ekstrak daging ayama atau sapi dalam bahan bakunya dan pada produksi sajiku ditambahkan rempah-rempah sesuai dengan kebutuhannya.

Leave a Comment