Pemanfaatan Low Fat Yoghurt Ekstrak Juwet untuk Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus (DM) sendiri merupakan penyakit yang berhubungan dengan metabolisme gula di dalam tubuh. Faktor genetik, pola konsumsi, dan aktivitas gerak ditengarai menjadi penyebab utama munculnya DM. Di Indonesia penderita DM diperkirakan mencapai 21,3 juta orang (Inawati, 2010). Tentu hal ini akan menjadi ancaman yang serius karena DM penyakit-penyakit yang bersifat komplikatif, umumnya berawal dari DM.

Untuk mengobati DM, penderita telah biasa mengonsumsi metformin. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Zechner et al. (2015) mengindikasikan bahwa penggunaan metmorfin dalam jangka waktu yang lama dapat memicu munculnya tumor. Oleh karena itu, perlu upaya pengobatan herbal yang memiliki toksisitas yang lebih rendah, salah satunya ialah pemanfaatan juwet. Untuk menambah efektifitasnya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sains melalui Program Kreativitas Mahasiswa meneliti pemanfaatan yoghurt dari susu kambing untuk penyakit DM, dengan obyek sasaran ialah mencit. Dasarnya ialah obat-obatan yang dikonsumsi per oral banyak yang terbuang melalui urin dan feses dan yoghurt rendah lemak memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi absorbsi nutrien oleh usus dan menurunkan lemak dalam tubuh yang menjadi salah satu pemicu diabetes.

Hasilnya, low-fat yoghurt esktrak juwet ini dapat memperbaiki struktur pankreas mencit penderita diabetes bila ditinjau dari diameter pulau Langerhans pada pengamatan histopatologi. Indikasi lainnya, secara fisiologi misalnya, penggunaan kombinasi ini dapat menormalkan kadar gula darah mencit.

 Edit 1

Pencapaian penelitian ini akan disampaikan pada Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa (Pimnas) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Semoga memperolah hasil yang terbaik dan membawa pulang medali. Amin.

Leave a Comment