Views: 19
Surabaya – Pada 13 Agustus 2025, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuka pintu ruang sidang utama dengan semangat kolaboratif—cuaca Yogyakarta yang hangat bertambah hangat oleh sapaan langsung dari Dekan FMIPA UNY, Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si. Ia menegaskan bahwa benchmarking ini bukan sekadar kunjungan, tapi langkah bersama menumbuhkan kualitas pendidikan pascasarjana. Prof. Dadan menekankan pentingnya jejaring antar perguruan tinggi agar mutu akademik terus berkembang dengan manfaat nyata bagi mahasiswa doktoral maupun magister.

Di sisi lain, Wakil Dekan I FMIPA UNESA, Prof. Rooselyna Ekawati, Ph.D., membuka sambutannya dengan kolaborasi yang penuh visi. Beliau menyampaikan bahwa sembilan program studi pascasarjana di FMIPA UNESA telah mendapatkan akreditasi ASIIN dan dinyatakan “Unggul”. Dalam nada rendah hati, namun ambisius, ia menyatakan perlunya sharing ilmu sebagai bekal menyongsong proses re-akreditasi prodi magister.
Diskusi formal kemudian menjadi inti acara. Tim penjaminan mutu FMIPA UNY—terdiri dari Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, serta Ketua Penjaminan Mutu—memaparkan praktik unggulan dalam pengelolaan pascasarjana. Mulai dari sistem penjaminan mutu internal, inovasi layanan mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum adaptif. Tim FMIPA UNESA, termasuk kepala program S2 Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi, tanpa malu berbagi pengalaman dan strategi, lalu aktif menggali insight untuk menyesuaikan kerangka mutu yang tengah mereka perkuat.
Setelah diskusi, suasana memanas dalam suasana kekeluargaan: foto bersama dengan latar ruang sidang yang representatif, diikuti dengan pertukaran cindera mata sebagai simbol penghargaan. Kunjungan berlanjut dengan tur ke fasilitas pascasarjana FMIPA UNY—termasuk gedung khusus magister dan doktor—hingga pertemuan itu mengakhiri langkah kecil namun signifikan menuju sinergi akademik berkelanjutan. Di pesan akhir, kedua pihak sepakat untuk terus menjalin kerja sama: penelitian bersama, pertukaran dosen, hingga pengembangan program akademik berorientasi mutu.
Lebih dari sekadar seremonial, momen ini mencerminkan sebuah praksis pendidikan tinggi yang saling memperkuat: FMIPA UNY dengan sistem mutu internal yang teruji, serta FMIPA UNESA dengan kesiapan akreditasi dan semangat pembaruan. Benchmarking semacam ini menjadikan penjaminan mutu bukan menjadi beban tambahan, melainkan peluang memperkaya visi akademik bersama agar relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman.
