FMIPA Unesa Ikuti Upacara Hari Pahlawan 2025: Meneladani Kesabaran, Keikhlasan, dan Semangat Juang Para Pahlawan

Views: 24

Surabaya, 10 November 2025 — Civitas akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan serentak sesuai Surat Edaran Rektor Universitas Negeri Surabaya Nomor B/154068/UN38/HK.01.01/2025 tentang Pelaksanaan Upacara dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025. Upacara dilaksanakan secara hybrid.

Upacara diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan FMIPA Unesa. Pembina upacara membacakan Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf yang menekankan nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan bangsa

Makna Kepahlawanan dalam Amanat Menteri Sosial RI

Dalam amanat yang dibacakan serentak di seluruh Indonesia, Menteri Sosial mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, melainkan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pahlawan. Terdapat tiga keteladanan utama yang dapat diambil dari perjuangan para pahlawan, yakni:

  1. Kesabaran dalam Perjuangan.
    Para pahlawan sabar menempuh ilmu, menyusun strategi, dan menunggu momentum terbaik untuk berjuang demi bangsa. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan sejati.
  2. Mengutamakan Kepentingan Bangsa di Atas Segalanya.
    Setelah kemerdekaan diraih, para pejuang tidak menuntut balasan, melainkan kembali mengabdi kepada rakyat — mengajar, membangun, dan menanam nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
  3. Pandangan Jauh ke Depan.
    Para pahlawan berjuang untuk generasi masa depan, bukan untuk kepentingan pribadi. Semangat itu menjadi modal besar bagi bangsa Indonesia untuk terus melanjutkan cita-cita luhur kemerdekaan.

Berjuang di Era Modern: Dari Bambu Runcing ke Ilmu Pengetahuan

Dalam amanat tersebut, Mensos juga menegaskan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam bentuk inovasi, penelitian, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam — dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” demikian kutipan dari naskah amanat Mensos.

Refleksi di Lingkungan Akademik FMIPA

Upacara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum bagi sivitas akademika FMIPA Unesa untuk memperkuat semangat nasionalisme dan tanggung jawab akademik. Melalui pendidikan dan riset yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, FMIPA Unesa berkomitmen untuk melahirkan generasi ilmuwan muda yang berjiwa pahlawan — sabar, tekun, dan berintegritas. (Nis)