Kuliah Tamu BMKG Bahas Masa Pancaroba dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di FMIPA UNESA

Kuliah Tamu BMKG

Views: 25

Surabaya, 26 November 2025 — Program Studi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertema kebencanaan dan meteorologi melalui Kuliah Tamu dengan topik “Masa Pancaroba dan Tantangan Bencana Hidrometeorologi di Indonesia, Peran BMKG dalam Deteksi, Peringatan, dan Mitigasi.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Gedung D1 Auditorium FMIPA UNESA mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yaitu BapakTaufiq Hermawan, S.T., M.T. selaku Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda

Mengupas Isu Strategis: Pancaroba dan Bencana Hidrometeorologi

Kuliah tamu ini mengangkat persoalan krusial terkait fenomena pancaroba yang kerap memicu berbagai bencana hidrometeorologi di Indonesia, seperti hujan ekstrem, banjir, angin kencang, hingga gelombang tinggi. Dalam paparannya, narasumber menekankan pentingnya:

  • Peningkatan pemahaman publik tentang perubahan cuaca,
  • Optimalisasi sistem deteksi dan peringatan dini,
  • Peran strategis BMKG dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Kegiatan ini menjadi momentum tepat mengingat Indonesia memasuki periode cuaca transisi yang rawan memunculkan kejadian ekstrem.

Terbuka untuk Umum & Wajib bagi Mahasiswa Rumpun Fisika

Kuliah tamu ini terbuka untuk masyarakat umum, khususnya pemerhati lingkungan, cuaca, dan kebencanaan. Bagi mahasiswa S1 dan S2 Rumpun Fisika (S1 Pendidikan Fisika, S1 Fisika, S2 Pendidikan Fisika, S2 Fisika), kegiatan ini bersifat wajib sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan literasi kebencanaan. Peserta juga mendapatkan Free Certificate, Akses materi keilmuan terkini dari praktisi BMKG, serta Kesempatan berdiskusi langsung dengan ahli meteorologi

Kolaborasi Ilmu dan Praktik Lapangan

Melalui kegiatan ini, FMIPA UNESA menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan kebencanaan dan penguatan peran perguruan tinggi dalam literasi mitigasi risiko. Kolaborasi dengan BMKG diharapkan membuka peluang riset dan pengembangan ilmu meteorologi, kegiatan magang atau kunjungan ilmiah, serta edukasi publik terkait kesiapsiagaan bencana.

(Nis)

Kontributor foto: panitia kegiatan