Views: 32
Surabaya – Tawa anak-anak menggema dari ruang belajar sederhana di Sanggar Bimbingan PERMAI, Penang, Malaysia. Di tengah suasana penuh semangat itu, kami delapan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjalankan Proyek Kemanusiaan Internasional FMIPA UNESA 2025.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa UNESA terhadap dunia pendidikan dan kemanusiaan lintas negara. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa tidak hanya berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga menebarkan semangat belajar, keceriaan, dan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak binaan di sanggar tersebut.
Tim kami terdiri dari mahasiswa lintas program studi yang tergabung dalam satu tim antara lain I Gede Bayu Khrisna Putra (S1 Biologi), Habibillah Achmad Putra Fauzi (S1 Pendidikan Matematika), Ghina Ana Ammas (S1 Pendidikan Biologi), Marcella Putri Kurnia Sari (S1 Biologi), Kurnia Putri Ratnamaya (S1 Pendidikan Biologi), Irsyad Izzuddin Arrauf (S1 Pendidikan Matematika), Abidah Laily Nisfia (S1 Pendidikan Biologi) dan Chintya Elesia Epiphania Silalahi (S1 Biologi).
Dengan latar belakang studi yang beragam, kami bersatu dalam satu tujuan mulia: berbagi ilmu, menebarkan kebaikan, dan memperkuat nilai kemanusiaan melalui pendidikan lintas budaya. Semangat inilah yang menjadi dasar terlaksananya kolaborasi antara FMIPA UNESA dan Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) di Penang, Malaysia. Kegiatan kolaborasi ini melahirkan sebuah program nyata yang tidak hanya berfokus pada pengabdian, tetapi juga penerapan ilmu dalam konteks sosial dan kemanusiaan. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki sekaligus memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak Indonesia berstatus undocumented di Malaysia. Meskipun menghadapi keterbatasan untuk bersekolah secara formal, anak-anak tersebut tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi yang menjadi sebuah inspirasi tersendiri bagi para mahasiswa UNESA dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.
Selama 29 hari, sejak 7 Oktober hingga 4 November 2025, kami melaksanakan berbagai kegiatan sosial-edukatif di sanggar. Tidak hanya mengajar, kami juga turut membantu pengelolaan administrasi, pendataan peserta bimbingan, serta mendukung pengurus dalam menata sistem pembelajaran yang lebih efektif.
Sebagai bentuk kontribusi akademik, kami memperkenalkan beberapa media pembelajaran hasil inovasi mahasiswa FMIPA UNESA, yaitu BIORDA Card (Biologi dan Ragam Budaya Nusantara Card) dari S1 Pendidikan Biologi, POTEGI (Poster Tempel Biologi) dari S1 Biologi, dan MATARA Card (Mathematic Nusantara Card) dari S1 Pendidikan Matematika.
Ketiga media tersebut dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sains dan matematika, sehingga proses belajar anak-anak menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, dan berakar pada identitas kebangsaan.
Selain kegiatan mengajar, kami juga mendapat kesempatan berharga untuk memperluas wawasan melalui berbagai agenda internasional. Salah satu momen penting adalah keikutsertaan kami dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PERMAI Penang dan International Blockchain Organisation Malaysia (IBOM) di Kuala Lumpur. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi global sekaligus memperkaya pengalaman kami dalam memahami proses diplomasi Indonesia antar lembaga internasional.

Kami juga berkesempatan melakukan kunjungan akademik ke Universiti Sains Malaysia (USM) dan mengikuti Talk Show International Blockchain bersama Presiden PERMAI Penang, Eddy Virgo NG. Dalam kegiatan ini, kami memperoleh wawasan baru mengenai peran teknologi dalam pendidikan, sistem riset internasional, serta peluang kolaborasi lintas institusi.
Setiap hari adalah pelajaran baru. Dari sanggar hingga kampus luar negeri, kami belajar tentang arti pendidikan lintas budaya,” ungkap salah satu anggota tim kami.
Selain itu, kami juga mendapat kehormatan untuk diundang secara langsung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang guna menghadiri pertemuan di kantor perwakilan tersebut. Dalam kesempatan itu, kami berdiskusi mengenai peluang kerja sama pendidikan, penguatan komunitas Indonesia di Malaysia, serta menyerahkan laporan kegiatan secara resmi kepada pihak KJRI.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan, kami menggelar acara puncak bertema “Jempol Ajaib Anak Hebat.” Dalam kegiatan sederhana namun penuh makna ini, kami bersama anak-anak membuat karya sidik jari berwarna sebagai simbol semangat, keberanian, dan keunikan setiap individu. Setiap jempol kecil yang menempel di kertas itu seolah menyimpan cerita tentang mimpi, perjuangan, dan harapan mereka untuk terus belajar meski di tengah keterbatasan.
Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti ruangan ketika anak-anak menampilkan puisi, nyanyian, dan tarian dengan wajah penuh senyum dan mata berbinar. Kami merasa terharu sekaligus bangga melihat mereka berdiri dengan percaya diri, mengekspresikan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Di akhir acara, pelukan hangat dan tawa menjadi penutup yang manis meninggalkan kesan mendalam bahwa meskipun pertemuan ini singkat, semangat dan kasih yang kami bagi akan terus hidup di hati mereka, juga di hati kami.

Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan sebuah perjalanan hati. Kami belajar tentang arti empati, ketulusan, dan tanggung jawab sosial yang sejati. Setiap interaksi dengan anak-anak sanggar mengajarkan kami bahwa ilmu tidak hanya dipahami, tetapi juga harus dibagikan dengan kasih dan kepedulian.
Bagi anak-anak sanggar, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangkitkan semangat baru untuk terus menuntut ilmu. Tawa mereka, keberanian mereka untuk tampil, serta semangat pantang menyerah menjadi pengingat bagi kami bahwa pendidikan sejatinya tumbuh dari harapan dan kegigihan. Sementara bagi FMIPA UNESA, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen internasionalisasi pendidikan yang berpihak pada kemanusiaan. Melalui proyek ini, kami menunjukkan bahwa ilmu dan empati dapat berjalan beriringan membawa manfaat bagi masyarakat global, menanamkan nilai kemanusiaan lintas budaya, dan mengukir kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UNESA di kancah dunia.
Kami datang membawa ilmu, pulang membawa cerita. Tentang kepedulian, kebersamaan, dan arti pendidikan yang sesungguhnya.”
Kontributor: Tim Proyek Kemanusiaan Internasional FMIPA UNESA 2025:
- I Gede Bayu Khrisna Putra (S1 Biologi)
- Habibillah Achmad Putra Fauzi (S1 Pendidikan Matematika)
- Ghina Ana Ammas (S1 Pendidikan Biologi)
- Marcella Putri Kurnia Sari (S1 Biologi)
- Kurnia Putri Ratnamaya (S1 Pendidikan Biologi)
- Irsyad Izzuddin Arrauf (S1 Pendidikan Matematika)
- Abidah Laily Nisfia (S1 Pendidikan Biologi)
- Chintya Elesia Epiphania Silalahi (S1 Biologi)




