Revitalisasi Hidroponik di SMPN 22 Surabaya: Inisiatif Mahasiswa Pendidikan Biologi UNESA lewat Program Surabaya Mengajar

Views: 38

Surabaya, 14 November 2025 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan mini projek bertema hidroponik di SMP Negeri 22 Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Surabaya Mengajar (PSM) 2025 yang bertujuan mengintegrasikan pembelajaran biologi dengan praktik nyata di sekolah.

Para mahasiswa memilih hidroponik karena metode ini relevan dengan materi biologi, khususnya tumbuhan, ekosistem, dan teknologi pertanian modern. Selain itu, hidroponik pernah dijalankan di SMPN 22 Surabaya dan kini membutuhkan revitalisasi agar kembali bermanfaat bagi siswa.

Langkah teknis yang dilakukan meliputi perencanaan jenis tanaman (selada, kangkung), penyediaan alat dan bahan (netpot, rockwool, larutan nutrisi, talang hidroponik), pendampingan penyemaian benih, pemasangan instalasi bersama siswa, perawatan rutin, hingga panen dan refleksi. Tidak hanya praktik budidaya, mahasiswa juga mengembangkan literasi siswa melalui pembuatan poster edukasi tentang cara kerja hidroponik, manfaat, dan langkah perawatan.

Melalui projek ini, diharapkan siswa dapat memahami konsep biologi secara lebih bermakna, meningkatkan literasi sains, serta menumbuhkan budaya inovasi di sekolah. Hasil panen hidroponik menjadi simbol nyata kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa dalam membangun lingkungan belajar yang produktif dan inspiratif.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Program Surabaya Mengajar 2025, Irfan Ramis, S.E., M.E., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa:

“Projek hidroponik ini bukan hanya menghidupkan kembali program yang sempat berhenti, tetapi juga menghadirkan pembelajaran biologi yang kontekstual dan menyenangkan. Saya melihat antusiasme siswa meningkat karena mereka terlibat langsung dalam proses menanam, merawat, hingga memanen. Ini adalah contoh nyata bagaimana literasi sains dan budaya inovasi bisa tumbuh dari kegiatan sederhana namun bermakna.”

Kontributor: Mahasiswa Program Surabaya Mengajar 2025 di SMPN 22 Surabaya