Views: 31
Surabaya – Setiap tanggal 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), sebuah momentum nasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian flora (“puspa”) dan fauna (“satwa”) tanah air. Tahun 2025 ini mengusung tema “Menjaga Kekayaan Hayati Nusantara”, yang menjadi panggilan bagi seluruh sivitas akademika untuk bergerak dari simbol ke aksi nyata.
Sejarah
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 dengan tujuan menumbuhkan cinta dan tanggung jawab terhadap kekayaan hayati Indonesia. Tumbuhan seperti Jasminum sambac (melati), Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), dan Rafflesia arnoldii (padma raksasa) serta satwa seperti Varanus komodoensis (komodo), Scleropages formosus (ikan arwana), dan Spizaetus bartelsi (elang Jawa) adalah simbol keanekaragaman hayati yang dilindungi.
Relevansi untuk FMIPA Unesa
Sebagai fakultas yang bergerak dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam, FMIPA Unesa berada pada posisi strategis untuk menghubungkan semangat HCPSN dengan kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
- Integrasi topik keanekaragaman hayati dan konservasi dalam kurikulum dan penelitian.
- Kegiatan mahasiswa dan dosen berupa kampanye edukasi lingkungan, pengamatan flora/fauna lokal, atau kerjasama dengan lembaga konservasi.
- Pengembangan proyek sains interdisipliner (biologi, kimia, fisika, teknologi) yang berfokus pada pelestarian puspa dan satwa.
Harapan ke Depan
Momentum HCPSN 2025 bukan hanya sekadar peringatan tahunan, melainkan ajakan untuk bergerak bersama. Dengan tema “Menjaga Kekayaan Hayati Nusantara”, diharapkan seluruh civitas akademika FMIPA Unesa dapat mengambil peran aktif dalam melestarikan alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
