Views: 46
Setiap tanggal 2 Desember, dunia memperingati Hari Pencegahan Polusi Sedunia (World Pollution Prevention Day) — sebuah momentum untuk meningkatkan kesadaran global mengenai bahaya polusi dan langkah-langkah ilmiah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Peringatan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari individu, lembaga pendidikan, hingga pemerintah, untuk bersama-sama mengambil tindakan nyata melindungi lingkungan.
Mengapa Hari Pencegahan Polusi Penting?
Polusi merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan manusia dan ekosistem. Menurut berbagai sumber, polusi menyebabkan jutaan kematian setiap tahun serta memperburuk perubahan iklim, kerusakan kualitas air, degradasi tanah, hingga penurunan keanekaragaman hayati.
Ada beberapa bentuk polusi yang menjadi sorotan utama:
1. Polusi Udara
- Partikulat (PM2.5, PM10), ozon, dan sulfur dioksida dapat menyebabkan penyakit pernapasan, jantung, dan kanker.
- Indonesia, terutama daerah urban, mengalami peningkatan risiko akibat padatnya kendaraan dan aktivitas industri.
2. Polusi Air
- Limbah rumah tangga, pertanian, dan industri mencemari sungai hingga laut.
- Mikroplastik kini bahkan ditemukan di tubuh manusia dan udara yang kita hirup.
3. Polusi Tanah
- Penggunaan pestisida dan bahan kimia berlebih berdampak pada kerusakan tanah dan terganggunya rantai makanan.
4. Polusi Suara & Cahaya
- Meski sering dianggap sepele, polusi cahaya mengganggu ritme biologis manusia dan hewan.
- Polusi suara meningkatkan stres, gangguan tidur, hingga risiko penyakit jantung.
Hari ini mengingatkan kita bahwa polusi bukan sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan multidisipliner yang menyentuh kesehatan, sosial, ekonomi, dan teknologi.
Sudut Pandang Sains: Bagaimana Polusi Mengancam Kehidupan?
Mahasiswa dan peneliti di lingkungan FMIPA memandang polusi sebagai peristiwa ilmiah yang dapat dikaji melalui berbagai disiplin:
🌱 Biologi
- Polusi mengganggu keseimbangan ekosistem, memicu eutrofikasi di perairan, dan mengancam populasi flora fauna.
- Polutan seperti logam berat menumpuk dalam tubuh organisme melalui bioakumulasi dan biomagnifikasi.
⚗ Kimia
- Menguraikan reaksi kimia polutan di udara, air, dan tanah.
- Contoh: Reaksi pembentukan ozon troposferik dan kabut asap (smog).
- Pengembangan teknologi adsorben & fotokatalis untuk pengolahan limbah.
📐 Matematika
- Pemodelan penyebaran polutan dengan persamaan diferensial.
- Prediksi zona risiko polusi berbasis data spasial dan analisis statistik.
🌦 Fisika
- Studi dinamika atmosfer, penyebaran aerosol, dan fisika partikel.
- Prinsip filtrasi, turbulensi fluida, hingga peran radiasi matahari pada degradasi polutan.
Melalui pendekatan saintifik, upaya pencegahan polusi dapat dilakukan lebih efektif dan terukur.
Apa yang Bisa Kita Lakukan? (Aksi Sederhana, Dampak Besar)
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
- Memaksimalkan transportasi publik atau kendaraan listrik
- Mengelola sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
- Menghemat energi di rumah dan kampus
- Menanam pohon dan menjaga ruang hijau
- Menggunakan produk ramah lingkungan
- Ikut riset, program edukasi, atau kegiatan pengabdian terkait lingkungan
FMIPA Unesa dan Komitmen Sains untuk Lingkungan
Sebagai fakultas sains, FMIPA Universitas Negeri Surabaya berperan aktif dalam upaya pencegahan polusi melalui:
- Penelitian inovatif bidang lingkungan, energi hijau, dan pengolahan limbah
- Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis sains modern
- Pembangunan literasi lingkungan untuk generasi muda
Hari Pencegahan Polusi Sedunia menjadi pengingat bahwa masa depan bumi berada di tangan kita, terutama generasi ilmuwan muda.
(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)
