Hari Sukarelawan Internasional 2025: Momentum Menguatkan Semangat Pengabdian Berbasis Sains di FMIPA Unesa

IVD

Views: 70

Setiap 5 Desember, dunia memperingati Hari Sukarelawan Internasional atau International Volunteer Day (IVD)—sebuah momen global untuk merayakan kontribusi para relawan yang bekerja tanpa pamrih dalam bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, hingga penanganan bencana. Peringatan ini pertama kali ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1985 untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.

Tahun 2025 mengusung semangat yang selaras dengan visi pendidikan tinggi: membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdaya guna bagi masyarakat. Tema yang diangkat PBB tahun ini menekankan aksi nyata relawan dalam menghadapi tantangan global, mulai dari perubahan iklim, bencana alam, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan komunitas.

Peran Relawan dalam Sains dan Pendidikan

FMIPA Unesa selama ini tidak lepas dari aktivitas kerelawanan, terutama melalui:

1. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis sains

Dosen dan mahasiswa FMIPA secara rutin terlibat dalam program edukasi sains, mitigasi bencana, literasi digital, konservasi lingkungan, hingga peningkatan kualitas pendidikan sekolah mitra.

2. Relawan Data dan Analisis Saintifik

Mahasiswa statistika, sains data, fisika, kimia, biologi, dan matematika sering dilibatkan dalam pengolahan data lingkungan, pemetaan risiko banjir, analisis kualitas air, dan berbagai program berbasis evidence-based decision making.

3. Aksi Kemanusiaan dan Tanggap Bencana

Relawan FMIPA ikut berkontribusi dalam kegiatan edukasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan gempa, hingga penyusunan modul pembelajaran bencana berbasis sains.

4. Mendukung Difabel melalui Teknologi dan Pendidikan Inklusif

Selaras dengan karakteristik Unesa sebagai kampus yang fokus pada olahraga, seni, dan disabilitas, mahasiswa FMIPA juga banyak berperan dalam pengembangan media pembelajaran inklusif, aplikasi pendukung aksesibilitas, serta layanan edukasi ramah disabilitas.

Mengapa Relawan Penting dalam Ekosistem Sains?

Relawan memungkinkan sains berjejak di masyarakat. Melalui program kerelawanan, ilmu pengetahuan tidak hanya menjadi teori, tetapi hadir sebagai solusi nyata. Relawan berperan sebagai:

  • penghubung antara laboratorium dan masyarakat,
  • penggerak perubahan berbasis data,
  • agen literasi sains, dan
  • penopang pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Dengan demikian, peringatan ini menjadi momen penting bagi FMIPA untuk terus menumbuhkan budaya berbagi, peduli, dan mengabdi melalui ilmu pengetahuan.

Apresiasi untuk Relawan FMIPA Unesa

FMIPA Unesa memberikan penghargaan kepada seluruh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan mitra yang selama ini berpartisipasi sebagai relawan—baik dalam kegiatan formal maupun inisiatif mandiri.

Kontribusi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas masyarakat, tetapi juga memperkuat karakter lulusan FMIPA sebagai ilmuwan profesional yang humanis.

Pada Hari Sukarelawan Internasional 2025 ini, FMIPA Unesa mendorong seluruh sivitas akademika untuk:

  • terus berperan aktif dalam kegiatan sosial,
  • mengembangkan program berbasis sains yang memberi dampak,
  • memperluas jejaring kerelawanan lintas nasional dan internasional,
  • dan menghadirkan solusi inovatif untuk tantangan masyarakat.

Karena pada akhirnya, sains akan menemukan maknanya ketika bermanfaat bagi sesama.

(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)