Hari Tanah Sedunia 2025: Mengapa Tanah Menentukan Masa Depan Bumi? Perspektif Sains untuk Kehidupan Berkelanjutan

Hari Tanah Sedunia 2025

Views: 41

Setiap tanggal 5 Desember, dunia memperingati Hari Tanah Sedunia (World Soil Day)—sebuah momentum global untuk mengingatkan kita bahwa tanah bukan sekadar pijakan, tetapi fondasi kehidupan seluruh makhluk hidup. Tahun 2025 mengangkat pesan penting tentang merawat kesehatan tanah sebagai kunci keberlanjutan ekosistem dan masa depan manusia.

Di tengah maraknya isu perubahan iklim, degradasi lahan, dan penurunan kualitas pangan, peringatan ini menjadi sangat relevan bagi dunia sains—khususnya di lingkungan FMIPA yang beririsan langsung dengan penelitian biologi tanah, kimia lingkungan, geologi, hingga data science untuk pemantauan kualitas tanah.

Mengapa Tanah Sangat Penting?

1. Tanah adalah Sistem Hidup yang Kompleks

Tanah bukan benda mati. Ia merupakan ekosistem penuh kehidupan—bakteri, fungi, cacing tanah, dan mikroorganisme lain yang mendukung kesuburan lahan. Organisme ini berperan dalam dekomposisi bahan organik, penyediaan unsur hara, dan penyimpanan karbon. Tanah yang sehat sama artinya dengan ekosistem yang sehat.

2. Penopang Ketahanan Pangan Dunia

Menurut FAO, lebih dari 95% makanan manusia berasal dari tanah. Tanpa tanah yang subur, produksi pangan akan menurun dan berdampak pada ketahanan pangan global.

3. Penyaring Alami untuk Air dan Polutan

Struktur tanah mampu menyaring air dan memecah polutan sehingga berperan penting dalam menjaga kualitas air tanah.

4. Gudang Karbon Bumi

Tanah menyimpan lebih banyak karbon dibanding gabungan atmosfer dan vegetasi. Artinya, tanah berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim.

Ancaman terhadap Kesehatan Tanah

Sejumlah laporan lingkungan, termasuk yang dirilis FAO, menunjukkan bahwa 33% tanah dunia berada pada kondisi terdegradasi akibat: erosi tanah, penggunaan pestisida berlebihan, polusi industri, penggundulan hutan, perubahan tata ruang, banjir bandang dan longsor seperti yang baru-baru ini terjadi di Sumatra. Fenomena iklim ekstrem mempercepat kerusakan tanah, menyebabkan kehilangan lapisan tanah subur (top soil), yang membutuhkan ratusan tahun untuk pulih.

Bagaimana Sains Membantu Menjaga Tanah?

Di lingkungan universitas, termasuk FMIPA Unesa, berbagai disiplin ilmu berkontribusi dalam konservasi tanah:

Biologi Tanah

Meneliti keanekaragaman mikroba dan perannya dalam menjaga struktur tanah.

Kimia Lingkungan

Menganalisis pencemaran tanah, kualitas unsur hara, hingga remediasi tanah.

Fisika Tanah

Mengkaji permeabilitas, porositas, hingga sifat mekanis tanah untuk mitigasi bencana.

Data Science & AI

Mengembangkan model prediksi kesuburan tanah, deteksi lahan kritis, dan pemetaan risiko erosi berbasis citra satelit.

Apa yang Bisa Kita Lakukan? (Aksi Sederhana yang Berdampak)

  • Mengurangi penggunaan plastik & bahan kimia berbahaya.
  • Mendukung pertanian berkelanjutan.
  • Melakukan penghijauan dan menanam pohon.
  • Mengompos sampah organik.
  • Mendukung riset dan edukasi tentang tanah.

Penutup

Peringatan Hari Tanah Sedunia 2025 bukan hanya ritual tahunan, tetapi pengingat bahwa masa depan bumi kita benar-benar bertumpu pada kualitas tanah hari ini. Melalui riset, inovasi, dan aksi nyata, FMIPA Unesa terus berupaya mendukung keberlanjutan lingkungan berbasis sains.

Healthy Soil, Healthy Future
Tanah sehat hari ini adalah masa depan kita esok

(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)