Hari Tanah Sedunia 2025: Sains Tanah dan Peran FMIPA dalam Menjaga Fondasi Kehidupan Bumi

World Soil Day 2025

Views: 29

Setiap tanggal 5 Desember, dunia memperingati Hari Tanah Sedunia (World Soil Day)—sebuah momentum global untuk mengingatkan manusia bahwa tanah bukan hanya tempat berpijak, tetapi juga fondasi kehidupan, kesehatan ekosistem, dan keberlanjutan pangan. Tema internasional tahun ini banyak menyoroti pentingnya kesehatan tanah sebagai kunci ketahanan lingkungan dan kesejahteraan manusia, terlebih di tengah meningkatnya degradasi tanah akibat perubahan iklim, polusi, dan praktik pemanfaatan lahan yang tidak berkelanjutan.

Tanah memegang peran vital dalam menjaga keseimbangan sistem Bumi: menyediakan unsur hara, menyimpan air, menjadi habitat mikroorganisme, hingga berperan dalam siklus karbon. Tanpa tanah yang sehat, tidak ada pertanian yang produktif, tidak ada hutan yang lestari, dan tidak ada kehidupan ekologis yang stabil.

Mengapa Tanah Penting Secara Ilmiah?

1. Sistem Penyimpanan Air dan Penahan Banjir

Struktur tanah berfungsi seperti spons raksasa. Tanah yang sehat mampu menyerap dan menyimpan air, mengurangi risiko banjir bandang maupun kekeringan. Degradasi tanah membuat air tidak dapat meresap dengan baik, yang berujung pada limpasan permukaan dan bencana hidrometeorologi.

2. Penyangga Keanekaragaman Hayati Mikro

Satu genggam tanah mengandung lebih banyak organisme daripada jumlah manusia di Bumi—mulai bakteri, jamur, nematoda, hingga arthropoda tanah. Mereka adalah “pekerja tak terlihat” yang menjaga siklus nutrisi agar tanaman dapat tumbuh.

3. Gudang Karbon Alami

Tanah menyimpan sekitar 2.500 gigaton karbon, lebih banyak daripada gabungan karbon pada atmosfer dan seluruh vegetasi Bumi. Sehingga, tanah berperan besar dalam mengendalikan laju perubahan iklim.

4. Dasar Produksi Pangan Dunia

“Healthy soil = healthy food = healthy people.”
Tanah yang rusak menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit, hasil panen menurun, dan kualitas pangan memburuk.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Perspektif FMIPA?

Bidang Biologi

  • Studi mikrobiologi tanah untuk memahami peran mikroba dalam dekomposisi dan kesuburan.
  • Konservasi ekosistem tanah sebagai bagian dari keanekaragaman hayati.

Bidang Kimia

  • Analisis kimia tanah (pH, senyawa organik, logam berat) untuk mengevaluasi kualitas tanah.
  • Riset mengenai remediasi tanah tercemar melalui phytoremediation atau teknologi kimia hijau.

Bidang Fisika

  • Kajian fisika tanah mencakup struktur pori, permeabilitas air, hingga dinamika aliran air bawah tanah.
  • Model fisika penting dalam mitigasi bencana banjir dan longsor.

Bidang Matematika & Sains Data

  • Pemodelan matematika untuk memprediksi degradasi tanah.
  • Pengolahan citra satelit dan machine learning untuk memantau kesehatan tanah berskala regional.

Komitmen FMIPA Unesa untuk Konservasi Tanah

Sebagai fakultas yang menekankan peran pada keilmuan, keberlanjutan, dan konservasi, FMIPA Unesa terus berkontribusi melalui:

  • Penelitian lintas disiplin terkait kesehatan tanah dan mitigasi bencana hidrologi.
  • Program pengabdian masyarakat yang mengedukasi praktik pertanian ramah lingkungan.
  • Kolaborasi dengan sekolah dan komunitas untuk kampanye konservasi tanah.
  • Penguatan kurikulum berbasis Education for Sustainable Development (ESD).

Hari Tanah Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga tanah berarti menjaga masa depan. FMIPA Unesa percaya bahwa melalui riset, edukasi, dan aksi nyata, kita dapat menciptakan bumi yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)