Views: 56
Setiap tanggal 7 Desember, Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP), sebuah organisasi yang lahir untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan bangsa melalui peningkatan kualitas keluarga, pendidikan, serta kontribusi sosial. Momen ini menjadi refleksi penting—terutama bagi sivitas akademika FMIPA—bahwa pemberdayaan perempuan dan kontribusinya dalam ilmu pengetahuan memiliki dampak strategis bagi kemajuan pendidikan, riset, dan masyarakat.
Perempuan dan Sains: Pilar Kemajuan Bangsa
Dalam dua dekade terakhir, jumlah perempuan yang terjun ke bidang sains dan teknologi terus meningkat. Studi UNESCO (2023) menyatakan bahwa perempuan menyumbang lebih dari 33% peneliti di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, tren ini semakin positif, terlihat dari meningkatnya jumlah dosen, peneliti, dan mahasiswa perempuan di bidang MIPA.
Namun peningkatan kuantitas belum selalu berbanding lurus dengan kesempatan. Tantangan berupa stereotip gender, beban peran ganda, serta akses terhadap jejaring riset masih sering ditemui. Karena itu, momentum HUT DWP menjadi pengingat penting bahwa ekosistem pendidikan dan riset harus terus mendorong kesetaraan dan aksesibilitas bagi perempuan.

Kontribusi Perempuan di FMIPA Unesa
FMIPA Unesa memiliki potret yang kuat dalam hal kontribusi perempuan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dosen-dosen perempuan FMIPA aktif dalam:
- Riset inovatif, mulai dari bioteknologi pangan, material maju, pendidikan sains berbasis teknologi, hingga riset lingkungan.
- Pengembangan model pembelajaran, termasuk model-model kreatif seperti SCEL (Scientific Creativity Eco-Religious Learning), STEM, dan pembelajaran berbasis proyek lainnya.
- Publikasi ilmiah internasional, kolaborasi riset lintas negara, serta keikutsertaan dalam seminar global.
- Pengabdian kepada masyarakat, terutama pemberdayaan guru dan sekolah melalui pelatihan berbasis sains dan teknologi.
Peran-peran ini mencerminkan bahwa perempuan FMIPA bukan hanya pendukung, tetapi motor penggerak kemajuan sains di lingkungan Unesa.
DWP dan Penguatan Literasi Sains Keluarga
Tema besar DWP sepanjang tahun ini berfokus pada penguatan kualitas keluarga dan pemberdayaan perempuan untuk Indonesia yang lebih sejahtera. Tema tersebut sangat relevan dengan isu strategis FMIPA, terutama dalam pengembangan literasi sains keluarga.
Penelitian menunjukkan bahwa:
- Keluarga dengan literasi sains yang baik lebih mampu mengambil keputusan bijak terkait kesehatan, lingkungan, dan teknologi.
- Perempuan—khususnya ibu—memegang peran kunci dalam membangun kebiasaan ilmiah seperti bertanya, mengobservasi, dan berpikir kritis.
- Pendidikan sains informal di rumah (science at home) terbukti meningkatkan ketertarikan anak pada bidang STEM.
Sejalan dengan itu, dosen FMIPA turut berkontribusi melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang mendukung keluarga dan perempuan, misalnya: pelatihan guru perempuan, kelas literasi sains ibu-ibu PKK, kegiatan eco-literacy, kegiatan eco-campus, hingga pendampingan sekolah ramah lingkungan.
Sains, Keluarga, dan Keberlanjutan Lingkungan
Dalam konteks tantangan global—perubahan iklim, polusi plastik, ketidakpastian pangan—peran perempuan dalam keluarga tidak dapat dilepaskan dari isu keberlanjutan. Pendidikan sains sehari-hari sangat menentukan pola pikir generasi masa depan.
FMIPA Unesa, melalui berbagai riset dan pusat kajiannya, terus mendorong:
- penggunaan material ramah lingkungan,
- konservasi energi,
- inovasi pendidikan iklim,
- penelitian biodiversitas dan lingkungan,
- serta pembiasaan eco-friendly lifestyle dalam rumah tangga.
Upaya-upaya ini selaras dengan semangat DWP untuk menjadikan perempuan agen perubahan sosial dan lingkungan.
Penutup: Perempuan Berdaya, FMIPA Maju, Indonesia Jaya
HUT Dharma Wanita Persatuan bukan hanya peringatan seremonial, tetapi refleksi strategis bahwa pemberdayaan perempuan di bidang sains adalah investasi besar bagi masa depan bangsa.
FMIPA Unesa terus berkomitmen untuk:
- menciptakan ekosistem akademik yang ramah dan inklusif,
- memberikan ruang pengembangan karier bagi perempuan,
- memperkuat riset dan inovasi,
- serta mendorong perempuan sebagai pemimpin perubahan di dunia sains.
Selamat HUT Dharma Wanita Persatuan.
Semoga perempuan Indonesia, khususnya di FMIPA Unesa, terus menjadi inspirasi dalam membangun keluarga cerdas, masyarakat ilmiah, dan bangsa yang berkelanjutan.
(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)
