Views: 62
Setiap tanggal 12 Desember, dunia memperingati Universal Health Coverage Day (UHC Day) atau Hari Cakupan Kesehatan Universal, sebuah momentum global untuk menegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas tanpa menghadapi kesulitan finansial. Peringatan ini menjadi refleksi penting atas komitmen negara-negara di dunia dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Bagi sivitas akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya, UHC Day memiliki keterkaitan erat dengan peran sains dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Sejarah Universal Health Coverage Day
Universal Health Coverage Day berakar dari resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2012, yang secara resmi mengakui Universal Health Coverage (UHC) sebagai tujuan penting dalam pembangunan global. Sejak itu, tanggal 12 Desember diperingati sebagai hari internasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh penduduk dunia.
Konsep UHC kemudian menjadi bagian integral dari Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being, yang menargetkan sistem kesehatan yang kuat, inklusif, dan berkeadilan.
Makna Universal Health Coverage di Era Modern
Universal Health Coverage tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan kesehatan, tetapi juga mencakup:
- Akses layanan kesehatan yang berkualitas
- Ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas medis
- Keamanan obat dan teknologi kesehatan
- Pencegahan penyakit dan promosi kesehatan
- Perlindungan finansial bagi masyarakat
Di era pascapandemi dan di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, polusi, serta penyakit tidak menular, UHC menjadi fondasi penting bagi ketahanan sosial dan ekonomi suatu bangsa.
Peran Sains dan FMIPA dalam Mendukung Kesehatan Universal
Sebagai fakultas yang menaungi ilmu dasar, FMIPA Unesa memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage melalui pendekatan ilmiah, antara lain:
- Fisika: pengembangan dan pemanfaatan teknologi medis, instrumentasi kesehatan, serta pencitraan diagnostik.
- Kimia: kajian bahan obat, keamanan pangan, kualitas air bersih, dan analisis zat berbahaya bagi kesehatan.
- Biologi: pemahaman sistem biologis, mikroorganisme, kesehatan lingkungan, dan pencegahan penyakit.
- Matematika dan statistika: pemodelan penyebaran penyakit, analisis data kesehatan, serta perencanaan sistem layanan kesehatan berbasis data.
Melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, FMIPA berperan dalam memperkuat literasi sains yang menjadi dasar pengambilan keputusan kesehatan berbasis bukti (evidence-based decision making).
Universal Health Coverage dan Tantangan Indonesia
Sebagai negara berkembang dengan wilayah yang luas dan beragam, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan UHC, mulai dari disparitas akses layanan kesehatan, kualitas lingkungan, hingga literasi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Peringatan Universal Health Coverage Day 2025 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya urusan sektor medis, tetapi juga hasil sinergi ilmu pengetahuan, lingkungan yang sehat, dan kesadaran kolektif masyarakat.
Penutup
Universal Health Coverage Day mengingatkan kita bahwa akses kesehatan adalah hak dasar setiap manusia. Melalui pendekatan sains dan pendidikan berkelanjutan, FMIPA Unesa terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Indonesia.
Selamat Memperingati Universal Health Coverage Day 2025.
Bersama sains, mari wujudkan layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkelanjutan untuk semua.
(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)
