Views: 29
Surabaya β Setelah pelaksanaan General Lecture 2, rangkaian Visiting Top Professor (VTP) FMIPA UNESA 2026 berlanjut dengan kegiatan Workshop on Research Proposal Development pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini menghadirkan Prof. Ebenezer Bonyah, profesor matematika dari Akenten Appiah-Menka University of Skills Training and Entrepreneurial Development (AAMUSTED), Ghana, yang juga masuk dalam daftar Top 2% World Scientists.

Workshop diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di FMIPA UNESA yang memiliki minat dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi menyusun proposal penelitian yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing pada tingkat nasional maupun internasional.
Dalam paparannya yang berjudul βDesigning High Quality Research Proposals in Science and Educationβ, Prof. Bonyah menegaskan bahwa proposal penelitian merupakan fondasi utama dalam menghasilkan penelitian yang berdampak. Menurutnya, proposal yang baik tidak hanya menjelaskan apa yang akan diteliti, tetapi juga menunjukkan mengapa penelitian tersebut penting, bagaimana penelitian akan dilakukan secara ilmiah, serta kontribusi baru yang akan dihasilkan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Prof. Bonyah menjelaskan bahwa proposal penelitian berkualitas harus memenuhi sejumlah kriteria penting, antara lain memiliki unsur kebaruan (originality), signifikansi ilmiah, kejelasan tujuan, ketepatan metodologi, kelayakan pelaksanaan, integritas etika, serta potensi publikasi dan pendanaan. Menurutnya, aspek-aspek tersebut menjadi perhatian utama para reviewer dalam proses seleksi hibah penelitian maupun publikasi ilmiah.
Pada sesi workshop, peserta diajak memahami tahapan penyusunan proposal penelitian secara sistematis mulai dari pemilihan topik, identifikasi masalah, penyusunan research gap, perumusan tujuan penelitian, pengembangan kerangka teori, pemilihan desain penelitian, hingga strategi penyusunan instrumen dan analisis data. Prof. Bonyah juga menekankan pentingnya memastikan keselarasan antara rumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi, dan luaran yang diharapkan.
Salah satu poin penting yang mendapat perhatian peserta adalah bagaimana menemukan research gap yang kuat sebagai dasar pengembangan penelitian. Menurut Prof. Bonyah, penelitian yang baik harus mampu menghasilkan kontribusi baru baik dalam aspek teoritis, metodologis, maupun praktis. Oleh karena itu, peneliti perlu melakukan kajian literatur secara kritis dan sistematis untuk mengidentifikasi ruang pengembangan ilmu yang masih terbuka.
Selain membahas aspek metodologis, workshop juga mengulas pentingnya etika penelitian, validitas instrumen, strategi pengumpulan data, serta perencanaan anggaran dan jadwal penelitian yang realistis. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta dalam meningkatkan kualitas proposal penelitian sekaligus memperkuat peluang memperoleh hibah penelitian dan menghasilkan publikasi bereputasi internasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta terkait penyusunan proposal penelitian di bidang sains dan pendidikan. Dosen dan mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai pengembangan topik riset, metodologi penelitian, hingga strategi meningkatkan kualitas proposal agar lebih kompetitif dalam skema pendanaan penelitian.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UNESA dalam membangun budaya riset yang unggul dan berdaya saing global. Melalui pendampingan langsung dari akademisi internasional, peserta memperoleh wawasan mengenai standar penelitian yang berlaku secara internasional serta praktik terbaik dalam penyusunan proposal penelitian.

Pelaksanaan workshop ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas akademik dan kompetensi penelitian, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi berbasis riset, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas institusi.
Melalui kegiatan Visiting Top Professor 2026, FMIPA UNESA terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan dan riset yang adaptif terhadap tantangan global, sekaligus mendorong lahirnya penelitian berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
-MNRJ-
