Eco Campus FMIPA UNESA Panen Kangkung dan Lele dari Urban Farming Akuaponik

Views: 61

SURABAYA – Komitmen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam mengembangkan lingkungan kampus berkelanjutan diwujudkan melalui program urban farming berbasis akuaponik. Tim mahasiswa Eco Campus FMIPA UNESA, khususnya Divisi Keanekaragaman Hayati, melaksanakan panen perdana kangkung dan ikan lele pada Sabtu (5/9/2026) di area Green House Biologi UNESA.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan Green Campus melalui pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menerapkan prinsip keberlanjutan, ketahanan pangan, dan edu-ecopreneurship di lingkungan kampus.

Akuaponik: Memadukan Budidaya Ikan dan Tanaman

Program urban farming yang dikembangkan Divisi Keanekaragaman Hayati Eco Campus FMIPA UNESA menggunakan sistem akuaponik, yaitu sistem budidaya yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan dengan tanaman dalam satu ekosistem. Dalam sistem tersebut, nutrisi yang berasal dari limbah metabolisme ikan dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air dalam sistem budidaya ikan. Integrasi ini menjadikan akuaponik sebagai salah satu alternatif pertanian perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan, khususnya untuk pemanfaatan lahan terbatas.

Panen perdana menghasilkan sayuran kangkung dan ikan lele yang sebelumnya telah dirawat dan dikelola oleh tim mahasiswa. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang terbatas di lingkungan kampus dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi pangan sekaligus ruang pembelajaran berbasis lingkungan.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Eco Campus

Kegiatan panen didampingi oleh Dosen Pembina Eco Campus FMIPA UNESA, Dra. Herlina Fitrihidajati, M.Si., serta dihadiri oleh Wakil Dekan I FMIPA UNESA, Prof. Fida Rachmadiarti, M.Kes. Keduanya turut terlibat secara langsung dalam proses pemanenan kangkung dan ikan lele bersama tim mahasiswa.

Dra. Herlina Fitrihidajati, M.Si., mengapresiasi konsistensi mahasiswa dalam merawat dan mengelola sistem urban farming yang telah dikembangkan. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi sarana edukasi praktis bagi mahasiswa untuk memahami pemanfaatan lahan terbatas, khususnya dalam konteks lingkungan perkotaan dan kampus. Sementara itu, Prof. Fida Rachmadiarti, M.Kes., menyampaikan bahwa inovasi berbasis lingkungan seperti akuaponik sejalan dengan komitmen UNESA dalam mengembangkan Green Campus.

Keterlibatan dosen, pimpinan fakultas, dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan Eco Campus tidak hanya menjadi aktivitas pengelolaan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan kolaborasi sivitas akademika.

Menguatkan Edu-Ecopreneurship Mahasiswa

Program urban farming ini juga memiliki dimensi edu-ecopreneurship. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengelola keanekaragaman hayati dan lingkungan, tetapi juga belajar melihat potensi pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Pendekatan ini sejalan dengan visi dan misi FMIPA UNESA untuk membangun fakultas yang tangguh, adaptif, inovatif, dan kolaboratif berbasis edu-ecopreneurship, sekaligus memperkuat kontribusi fakultas dalam pengembangan praktik pendidikan dan inovasi yang berwawasan lingkungan.

Dengan demikian, kegiatan panen akuaponik dapat menjadi ruang belajar kontekstual bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan dengan praktik nyata, mulai dari pengelolaan lingkungan, produksi pangan, hingga pengembangan potensi ekonomi berbasis keberlanjutan.

Urban Farming untuk Mendukung Pencapaian SDGs

Pengembangan urban farming berbasis akuaponik di lingkungan FMIPA UNESA juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertama, SDG 2 – Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui pengembangan pertanian perkotaan yang mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan sumber daya pangan secara mandiri di lingkungan kampus.

Kedua, SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan sistem produksi pangan yang memanfaatkan siklus nutrisi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Ketiga, SDG 13 – Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pemanfaatan lahan secara efisien untuk penghijauan dan pengembangan praktik budidaya yang berorientasi pada keberlanjutan.

Selain itu, aspek edukatif dalam program ini turut memperkuat kontribusi terhadap SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) karena mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai keberlanjutan, pengelolaan lingkungan, dan inovasi berbasis masalah nyata.

Dengan demikian, urban farming akuaponik Eco Campus FMIPA UNESA tidak hanya menghasilkan kangkung dan lele, tetapi juga menjadi contoh praktik pembelajaran dan pengelolaan lingkungan yang mengintegrasikan aspek ekologis, edukatif, dan sosial.

Dikembangkan untuk Dampak Keberlanjutan yang Lebih Luas

Ke depan, Divisi Keanekaragaman Hayati Eco Campus FMIPA UNESA berencana untuk terus mengembangkan dan memperluas skala program akuaponik sehingga dapat memberikan dampak keberlanjutan yang lebih luas.

Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan kampus yang hijau, produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah FMIPA UNESA dalam mewujudkan Green Campus melalui kolaborasi sivitas akademika dan pengembangan inovasi berbasis edu-ecopreneurship.

-MNRJ-