Kegiatan Konservasi dan Pengolahan Mangrove di Kabupaten Pasuruan

Kegiatan Konservasi dan Pengolahan Mangrove di Kabupaten Pasuruan

Jum’at, 17 Agustus 2018 setelah sebelumnya dilakukan beberapa kegiatan koordinasi dan sosialisasi kelompok PKM FMIPA yang beranggotakan Dina Kartika Maharani, M.Sc dan Dian Savitri, M.Si dibantu dengan beberapa mahasiswa dari Jurusan Kimia dan Matematika melakukan penyuluhan strategi pemasaran dan manajemen usaha pada kelompok pengolah pemasar Mina Sentosa Pasuruan. Wilayah Pasuruan memiliki kawasan hutan mangrove yang umumnya menempati daerah muara sungai, menjadikan Pasuruan wilayah yang berpotensi untuk menghasilkan produk-produk olahan dari tanaman Mangrove.

Kegiatan pelatihan budidaya mangrove dilakukan di lokasi yang telah disepakati pada saat awal koordinasi. Pelatihan budidaya mangrove secara silvofishery diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan tentang konsep silvofishery serta cara pemeliharaan tanaman mangrove oleh tim PKM. Selanjutnya dilakukan penanaman mangrove secara simbolis oleh ketua petani tambak di lokasi penanaman.

Salah satu kelompok usaha pengolah dan pemasaran mangrove adalah kelompok Mina Sentosa yang memproduksi minuman segar buah mangrove. Pengembangan variasi produk minuman segar mangrove baik jenis maupun kemasan merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan produktivitas dan pemasaran. Kemasan minuman segar mangrove produksi kelompok Mina Sentosa masih terbatas pada satu jenis rasa yaitu original untuk ukuran botol 330 mL sehingga menyebabkan terbatasnya kapasitas produksi dan pangsa pasar maupun konsumen minuman segar mangrove. Untuk itu pelatihan pada diversifikasi produk minuman segar mangrove perlu untuk dilakukan.

 

Untuk kegiatan pelatihan diversifikasi olahan mangrove tim PKM menyiapkan pemberian alat cup sealer pada tim mitra wanita tambak pengolah produk mangrove untuk pengemasan minuman segar buah mangrove yang diproduksi oleh tim mitra wanita tambak. Selama ini pengemasan minuman segar mangrove yang diproduksi oleh tim mitra hanya dikemas menggunakan gelas plastik dan tutup plastik manual, sehingga dari segi kemasan kurang praktis serta jangka waktu penyimpanan kurang lama. Oleh karena itu diberikan alat cup sealer dengan tujuan untuk meningkatkan masa simpan serta memperluas area pemasaran minuman segar mangrove.

Alat cup sealer yang disiapkan oleh tim PKM yaitu alat cup sealer dengan tipe double sehingga bisa digunakan untuk cup kecil maupun cup besar. Ukuran kemasan yang berbeda ini juga akan menguntungkan tim mitra dalam segi pemasaran karena dapat memperluas pangsa pasar melalui  variasi ukuran kemasan. Tim PKM juga menyiapkan desain plastik tutup cup minuman segar Mangrove sehingga lebih menarik. Desain yang disiapkan oleh tim PKM juga dicetakkan dalam roll plastik cup serta matras pencetak sablon plastik sehingga dapat digunakan secara permanen oleh tim mitra.

  Pelatihan yang dilakukan terhadap kelompok mitra Mina Sentosa Pasuruan meliputi pelatihan penggunaan alat cup sealer ukuran 125 ml dan 500mL untuk minuman segar mangrove serta diversifikasi warna dan rasa minuman segar mangrove dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi dan perluasan pemasaran.

Itulah sepenggal berita tentang PKM yang dapat disampaikan dalam tulisan ini. Masih banyak kegiatan pelatihan dan pendampingan yang berlangsung mulai bulan Mei sampai Oktober yang dilakukan namun tidak dapat kami sampaikan semua pada tulisan ini. Keramahan dan tangan terbuka dari para anggota kelompok juga mendukung suksesnya kegiatan ini oleh karena itu kami Tim PKM mengucapkan terima kasih. Semoga kedepannya jika ada kegiatan PKM lagi tetap berjalan lancar seperti ini.

Related posts



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »