Views: 209
Mengapa Hujan Deras Sering Muncul Tiba-Tiba?
Pernahkah Anda mengalami hujan deras yang muncul sekonyong-konyong, tanpa tanda-tanda mendung yang jelas beberapa menit sebelumnya? Fenomena ini sangat umum terjadi di wilayah perkotaan seperti Surabaya, terutama pada musim hujan. Dalam sains atmosfer, kejadian tersebut sering kali merupakan akibat dari fenomena microburst, salah satu peristiwa cuaca ekstrem berskala kecil yang jarang disadari namun sangat memengaruhi kondisi hujan lokal.
Apa Itu Microburst?
Microburst adalah kolom udara dingin yang jatuh sangat cepat dari awan ke permukaan bumi. Kecepatan jatuhnya dapat mencapai 100 km/jam, membawa serta tetes-tetes hujan dalam jumlah besar yang kemudian “meledak” menyebar ke segala arah saat mencapai permukaan tanah.
Fenomena ini hanya berlangsung 5–15 menit, tetapi dampaknya bisa berupa hujan deras tiba-tiba, angin kencang mendadak, perubahan cuaca ekstrem dalam hitungan menit, atau hujan hanya terlokalisasi di area sempit. Tidak heran, hujan mendadak yang membuat motor mogok atau orang terjebak di teras kampus bisa terjadi begitu cepat.
Bagaimana Microburst Terjadi?
Microburst biasanya terbentuk dalam awan cumulonimbus—awan tinggi yang sering membawa badai hujan.
Prosesnya diawali dengan udara di dalam awan menjadi sangat dingin karena penguapan tetes air dan es. Selanjutnya, udara dingin yang memiliki massa lebih besar jatuh cepat seperti hembusan angin vertikal. Kemudian, udara jatuh membawa tetes hujan besar sehingga tiba-tiba turun sebagai hujan sangat deras. Sesampainya di permukaan bumi, udara menyebar ke segala arah sehingga menyebabkan angin kencang mendadak. Fenomena ini mirip seperti menuang seember air dari lantai atas: air turun cepat lalu menyebar di tanah.
Mengapa Surabaya Sering Mengalaminya?
Kota besar seperti Surabaya memiliki beberapa ciri, di antaranya suhu permukaan yang panas (urban heat island), banyak permukaan padat (beton, aspal), kelembaban udara tinggi, aktivitas konveksi kuat di sore–malam hari. Kondisi ini memicu pembentukan awan konvektif yang mudah menghasilkan microburst, terutama pada musim hujan.
Ciri-Ciri Hujan Microburst yang Bisa Dikenali
Cobalah perhatikan tanda-tandanya:
- Awan gelap terlihat tajam dan menggumpal di satu titik.
- Angin sempat berhenti sesaat, lalu tiba-tiba sangat kencang.
- Hujan langsung sangat deras tanpa grimis pendahuluan.
- Hanya area kecil (desa/kelurahan tertentu) yang hujan, sekelilingnya tetap terang.
Jika Anda tiba-tiba terjebak hujan deras saat mau pulang, sementara area lain masih terang—besar kemungkinan itu adalah hujan microburst.
Apakah Microburst Berbahaya?
Pada umumnya, bagi masyarakat biasa microburst hanya menimbulkan hujan mendadak, genangan cepat, dan angin kencang sesaat. Namun dalam dunia penerbangan, microburst adalah salah satu risiko besar saat pesawat mendarat atau lepas landas karena perubahan angin vertikal yang ekstrem.
Kesimpulan
Hujan deras yang turun mendadak bukanlah kejadian acak, melainkan bagian dari dinamika atmosfer yang kompleks. Microburst adalah salah satu fenomena yang membuat cuaca tampak tidak stabil dan mudah berubah dalam hitungan menit — khususnya di kota besar seperti Surabaya. Dengan memahami sainsnya, kita bisa lebih siap dan waspada menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.
(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)
