Layanan FMIPA

1. Unit Laboratorium Pembelajaran

FMIPA Unesa memiliki unit laboratorium pembelajaran yang bertugas untuk mengembangkan profesionalisme dalam pendidikan.  Melalui wadah ini dilakukan proses peningkatkan keterampilan mengajar, fasilitasi pembuatan media pembelajaran, dan pengembangan sumber referensi bagi dunia pendidikan.

Peningkatan keterampilan mengajar dilatih melalui kegiatan microteaching. Kegiatan ini sangat penting dalam mendukung pengembangan kompetensi pendidik. Microteaching menunjang matakuliah pembelajaran seperti Proses Belajar Mengajar (MKPBM) dan Praktek Pengajaran Lapangan (PPL). Bahkan dari setiap kegiatan microteaching yang rutin diselenggarakan Laboratorium Pembelajaran, dihasilkan video rekaman berbagai model pembelajaran. Media hasil microteaching banyak digunakan sebagai referensi untuk  menyelesaikan tugas akhir mahasiswa S-1 maupun S-2 dan diklat pengembangan kompetensi para guru bidang-bidang MIPA.

Unit Laboratorium Pembelajaran didukung oleh tenaga dosen profesional dalam bidang pembelajaran, pengembangan perangkat dan sumber pembelajaran, dan pengembangan multimedia seperti video pembelajaran. Kompetensi mereka sangat penting dalam membantu pembelajar merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Keterampilan pembuatan video pembelajaran diperlukan untuk mendokumentasikan kegiatan microteaching yang dapat dipakai sebagai sumber referensi. Sarana dan prasarana multimedia yang telah dimiliki oleh Laboratorium Pembelajaran sangat mendukung untuk kegiatan tersebut.

2. Ulakom (unit layanan komputer)

Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran yang dilakukan dosen memungkinkan terjadinya inovasi dalam pembelajaran seperti: penggunaan multimedia, penggunaan laboratorium virtual, pengunaan e-learning, dll. Interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka saja tetapi juga dapat ditindaklanjuti dengan memanfaatkan ICT seperti memanfaatkan e-mail dan blog. Dosen dan mahasiswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan internet.

Dengan penggunaan ICT dalam pembelajaran diharapkan dapat memberikan variasi sumber belajar, mendukung  peningkatan atmosfer akademik, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di ulakom bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ICT bagi dosen dan mahasiswa FMIPA Unesa melalui peningkatan kapasitas dan aktivitas unit layanan komputer. Pengembangan keterampilan ICT bagi dosen dan mahasiswa tersebut diarahkan pada berkembangnya keterampilan dalam pembuatan dan penggunaan media pembelajaran berbasis ICT (media simulasi, media animasi, media presentasi, multimedia dll), keterampilan dalam pembuatan dan penggunaan media online/offline (internet, e-learning, mobile learning), keterampilan dalam pengembangan dan penggunaan program pengolah data. Kegiatan yang dilakukan Ulakom meliputi:

  1. Penyediaan unit-unit komputer dan perangkat pendukungnya (hardware) dengan spesifikasi dan kapasitas yang dapat memenuhi kebutuhan akademik di FMIPA Unesa,
  2. Penyediaan software pendukung yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mata kuliah yang berbasis ICT,
  3. Penyediaan (local area network) LAN maupun wave-LAN untuk koneksi data base administrasi akademik dan internet yang dapat diakses secara online maupun offline,
  4. Penyediaan e-Lerning yang dapat digunakan oleh semua sivitas FMIPA Unesa yang dapat diakses secara offline/online,
  5. Pelaksanaan diklat bagi dosen FMIPA Unesa dalam upaya meningkatkan keterampilan pengembangan dan penggunaan pembelajaran berbasis ICT dan multimedia,
  6. Pelaksanaan diklat bagi mahasiswa FMIPA Unesa dalam upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam mengembangkan/memanfaatkan software aplikasi dan keterampilan mahasiswa dalam mendukung pembelajaran berbasis ICT dan multimedia,
  7. Pelaksanaan diklat bagi sivitas akademik FMIPA Unesa dalam upaya meningkatkan keterampilan sivitas akademik dalam pengembangan dan penggunaan program pengolah data,
  8. Pelaksanaan diklat bagi para guru/dosen lembaga mitra dalam upaya meningkatkan keterampilan pengembangan dan penggunaan pembelajaran berbasis ICT dan multimedia.

3. Unit Pendampingan Lesson Studi

Unit Pendampingan Lesson Study FMIPA dimulai sejak tahun 2008 melalui kerjasama dengan UPI Bandung dan Sampoerna Foundation. Kegiatannya meliputi pengembangan Lesson Study Berbasis Jurusan (LSBJ) dalam lingkungan kampus FMIPA dan pembinaan lesson study pada sekolah-sekolah mitra di lingkungan kota Surabaya.

Kegiatan kerjasama lesson study diawali dengan pendampingan pada berbagai SMP Negeri di lingkungan Kota Surabaya selama 3 tahun atau 6 semester. Proses pendampingan dilakukan dalam rangka penguatan terhadap pelaksanaan tahapan Lesson Study (Plan, Do and See) di tiap wilayah Kota Surabaya. Proses pendampingan Lesson Study dilakukan dalam lingkup MGMP mata pelajaran IPA dan Matematika (Lesson Study Berbasis MGMP), serta dlingkup Sekolah (Lesson Study Berbasis Sekolah) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPS.

4. Unit Pendampingan RSBI

Unit Pendampingan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional telah berkembang di FMIPA Unesa sejak tahun 2008 berdasarkan permintaan pendamping dari sekolah-sekolah rintisan di Jawa Timur. Kerjasama kemitraan tersebut dilaksanakan secara intensif atas koordinasi fakultas untuk mengirimkan narasumber berkualitas dalam pengembangan RSBI dan SBI. Bahkan kepercayaan untuk pembinaan RSBI dan SBI dari SMP dan SMA di Jawa Timur semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan kepercayaan Pemkot Surabaya terhadap FMIPA Unesa dalam pengembangan test seleksi siswa-siswa RSBI di Kota Surabaya.

5. Unit Pusat Pengembangan dan Penelitian Pendidikan Matematik Realistik Indonesia (P4MRI)

P4MRI mulai dirintis di FMIPA Unesa sejak tahun 2001 dan dikukuhkan dengan SK Rektor sejak tahun 2006. P4MRI FMIPA Unesa bekerjasama dengan beberapa LPTK di seluruh Indonesia, di bawah koordinasi Dirjen Dikti, dan Freudenthal Institut di Belanda melakukan reformasi pembelajaran Matematika. P4MRI FMIPA Unesa juga melakukan pendampingan terhadap sekolah yang melaksanakan PMRI dan memberikan pelatihan kepada guru-guru yang berminat terhadap PMRI. Sampai saat ini sudah banyak sekolah dan Dinas Pendidikan di Jawa Timur, khususnya, dan Indonesia Bagian Timur, umumnya, yang mempercayai P4MRI FMIPA Unesa untuk membimbing pengembangan PMRI. Kegiatan tersebut terlaksana berkat adanya kerjasama dengan LPTK setempat dan P4MRI FMIPA Unesa. Tim pengembang buku PMRI, sebagian besar diambil dari guru-guru binaan P4MRI Unesa.

6. Unit Bimbingan & Konseling

FMIPA Unesa menyediakan layanan bimbingan & konseling (BK) untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kepribadian dan menyelesaikan permasalahan yang mengganggu kelancaran proses akademis. Layanan BK ini dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu untuk membantu mahasiswa: 1. Menemukan dan mengembangkan potensi mahasiswa berdasarkan bakat, minat dan kemampuan; 2. Mencapai prestasi belajar secara optimal dan menyelesaikan studi tepat waktu; memecahkan masalah hidup mahasiswa; mengembangkan pribadi mahasiswa secara utuh sehingga dapat mandiri dan bertanggungjawab dalam pendidikan dan pekerjaan.

Unit BK merupakan perpanjangan Unit Bimbingan Konseling Unesa dengan layanan yang meliputi masalah akademik, pribadi, sosial, dan emosional. Layanan dilakukan oleh dosen-dosen BK di masing-masing jurusan. Efektivitas layanan BK ini sangat ditunjang oleh dosen pembimbing akademik (DPA). Dengan demikian permasalahan yang menghasilkan kendala pribadi dan pelaksanaan proses akademik mahasiswa dapat diidentifikasi sejak dini melalui pemberitaan DPA kepada dosen BK, misalkan dari laporan prestasi akademik (IP) mahasiswa.

7. Unit Pengelolaan Lingkungan

FMIPA UNESA memiliki UPL (Unit Pengelolaan Lingkungan) yang bertugas mengembangkan teknik pengelolaan lingkungan serta deteksi dan analisis bahan pencemar dari berbagai macam sampel seperti air, tanah, bahan makanan, dan lain-lain. Unit ini juga melayani diklat (pendidikan dan pelatihan) bagi mahasiswa, guru, siswa sekolah dasar dan menengah, serta masayarakat tentang tata lingkungan dan pengelolaan sampah. Bahkan unit ini memiliki daerah binaan di lingkungan Kota Surabaya.

UPL FMIPA Unesa didukung oleh beberapa ahli pengelolaan lingkungan yang telah mendapat bimbingan dari Jepang dan Jerman serta mendapat dukungan kepercayaan dari Pemkot Surabaya. Unit ini memiliki Ruang Terbuka Hijau yang memenuhi standar peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun2007 tentang Penataan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yaitu 20%  berupa RTH dari wilayah FMIPA, 23 buah  Komposter untuk mengolah sampah organik yang menjadi kompos selain dengan metode open wind-draw, rumah sampah kering yaitu tempat sementara untuk melakukan pengolahan sampah kertas danplastik yang di Re-Use, dan biopori yang dibangun bersama mahasiswa Fisika pada praktikum mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan.

UPL FMIPA Unesa mengembangkan layanan produktif dengan cara mengolah limbah menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomi seperti sampah plastik diubah menjadi berbagai macam hiasan, sedotan dari minuman kemasan gelas menjadi taplak meja, dan lain sebagainya.

8. PIUMKM

Pusat Inovasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PIUMKM) yang ada di FMIPA Unesa berkembang atas kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). unit ini merupakan bagian dari Forum Koordinasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah yang memberikan arahan pelaksanaan sinkronisasi program dan kegiatan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam rangka penguatan sistem inovasi daerah.

PI-UMKM di lingkungan FMIPA Unesa berawal dari usaha mediasi pertumbuhan dan perkembangan UMKM budidaya cacing sutra di sepanjang Kali Surabaya. Usaha ini berhasil mengubah pola dari penambang cacing menjadi pembudidaya cacing sutra. Hal ini telah dapat meningkatkan penghasilan para penambang cacing sutra, disamping mengembalikan kesehatan mereka dari paparan cemaran air semasih mereka menjadi penyelam untuk menambang cacing.

 Kegiatan dari unit PIUMKM FMIPA Unesa telah berkembang melalui kerjasama dengan pemerintah kota maupun pemerintah daerah di Jawa Timur seperti Pemkot Surabaya, Pemda Madiun, Pemkot Kediri, dan lain-lain. Sasarannya adalah memberi inovasi pada pertumbuhan dan perkembangan UMKM di daerah-daerah tersebut.

9. Gugus Jaminan Mutu

FMIPA Unesa telah mengembangkan sistem penjaminan  mutu yang terorganisasi melalui Gugus Jaminan Mutu. Tugas dan fungsi Gugus Jaminan Mutu (GJM) yang utama adalah membantu Dekan dalam merencanakan dan melaksanakan penjaminan mutu akademik di fakultas yang meliputi:

  1. Peningkatan mutu akademik, dimulai dari a) penyusunan dokumen kebijakan, peraturan, standar, manual, dan sasaran mutu akademik, b) penyusunan Laporan Evaluasi Diri Fakultas berdasar Laporan Evaluasi Diri Jurusan dan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Program Studi, c) melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan akademik, d) penyiapan Audit Internal Mutu Akademik (AIMA) tingkat fakultas, d) peningkatan mutu fakultas berkelanjutan berdasarkan rumusan koreksi.
  2. Pengembangan sistem penjaminan mutu akademik yang mencakup antara lain: a) Penjabaran Kebijakan Mutu Akademik ke dalam kebijakan Mutu Akademik Fakultas, b) Penjabaran Standar Mutu Akademik Unesa ke dalam Standar Mutu Akademik Fakultas, c) Penjabaran Manual Mutu Akademik Unesa ke dalam Manual Mutu Akademik Fakultas, d) Penetapan Sasaran Mutu Akademik fakultas sebagai acuan sasaran mutu akademik di jurusan/prodi, e) Sosialisasi sistem penjaminan mutu ke semua sivitas akademika di fakultas/ jurusan/prodi yang bersangkutan, f) Pendampingan kepada sivitas akademika fakultas tentang pelaksanaan penjaminan mutu, g) Melakukan monitoring dan evaluasi internal terhadap jurusan/ program studi/laboratorium/unit layanan, h) Melakukan koordinasi audit internal mutu akademik terhadap jurusan/ program studi/laboratorium/unit layanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *