LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT 2016

Pendahuluan

Mahasiswa sebagai manusia yang berintelektual tinggi diharapkan untuk bisa memberikan kontribusi yang tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk moril. Kontribusi moril ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat dalam menghadapi setiap tantangan hidup, seperti yang terjadi di era globalisasi sekarang ini. Mahasiswa juga sebagai generasi muda yang peduli terhadap kesejahteraan bangsa dan mempunyai tanggung jawabnya atas kelangsungan generasi penerus tongkat estafet dari perkembangan bangsa yang akan datang. Semuanya tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari setiap masyarakat beserta seluruh elemen yang ada di dalamnya dengan tujuan untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu, untuk merealisasikan hal tersebut, melalui organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika (HMJ Fisika) berinisiatif mengadakan kegiatan Fisika Mengabdi. Kegiatan pengabdian ini ditujukan kepada masyarakat yang belum mendapatkan perkembangan pendidikan, ekonomi, dan sosial secara layak.

Tujuan

            Tujuan dari kegaitan ini adalah untuk membentuk kepribadian mahasiswa yang memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama serta mengimplementasikan pengetahuan yang mahasiswa miliki khususnya pengetahuan di bidang pengetahuan alam dan pengetahuan fisika serta berperan aktif terhadap kehidupan masyarakat.

Sasaran

Masyarakat desa Mlinjeng Kabupaten Bojonegoro.

Pelaksanaan Kegiatan

Acara ini berlangsung pada tanggal 17 dan 24 September 2016. Serangkaian acara pengabdian masyarakat yang bertajuk Fisika Mengabdi ini diadakan tepatnya di Desa Mlinjeng Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Butuh waktu lebih kurang 2 jam dari Surabaya untuk sampai ke lokasi dengan menggunakan kendaraan. Pada Fisika Mengabdi tahun ini, mahasiswa memetakan wilayah tersebut menjadi 4 pos. Pada hari efektif kegiatan rutin yang diadakan oleh mahasiswa adalah Fisika Mengajar mulai jam 07.00 – 12.00 WIB di sekolah-sekolah yang tersebar di pos-pos tersebut. Tidak ketinggalan aplikasi dari ilmu Fisika yaitu keterampilan merakit robot juga diajarkan oleh mahasiswa Fisika ke siswa-siswi MTs Islamiyah Banjarjo. Robot yang diajarkan bertemakan robot pemadam api.  Mahasiswa yang tidak ada jadwal mengajar bertugas untuk menjaga rumah sekaligus bersosialisasi langsung dengan tetangga. Pada saat sore hari, mahasiswa mempunyai amanah untuk mengajar di TPQ terdekat. Pada hari kedua, diadakan Penyuluhan Makanan Pengganti ASI (19/07) yang diperuntukkan untuk ibu-ibu yang mempunyai anak berusia balita. Penyuluhan tersebut menghadirkan pembicara dari mahasiswa Fisika sendiri yaitu Realita Rohmatika Dewi, Dwi Endah Elfiana, dan Anik Lutfiyah. Pada hari ketiga (20/07), diadakan lomba memasak olahan hasil bumi desa tersebut. Perlombaan tersebut dihadiri oleh delegasi ibu-ibu PKK dari masing-masing pos. Lomba masak tersebut diakhir dengan Goyang Monera bersama. Pada siang hari dilanjutkan dengan pelatihan kerajinan dengan mengsusung tema tas dari bahan plastik daur ulang. Ternyata, ibu-ibu juga sangat tertarik untuk menghadiri acara ini. Dibuktikan dengan penuhnya ruang aula kantor balai desa. Kegiatan Outbond dengan anak-anak pun juga dilakukan pada hari berikutnya (21/07). Anak-anak sangat antusias dengan game-game yang sudah dipersiapkan. Pada hari Jumat (22/07), mahasiswa mengadakan lomba Cerdas Cermat yang bertajuk Rangking 1 yang diikuti oleh siswa-siswi SD dari sasaran kegiatan ini. Para guru juga turut menyemangati siswa, tak ketinggalan juga para wali siswa. Raut-raut wajah kecewa terlihat saat beberapa siswa sudah mulai tersisih dari arena lomba. Pada hari Sabtu (23/07) diadakan pula lomba MTQ di bidang Pildacil, Adzan, Kaligrafi, dan sambung ayat. Malamnya langsung disambung dengan acara Pengajian Akbar yang dihadiri lebih kurang 400 warga sekitar. Untuk menutup serangkaian acara, pada hari Minggu (24/07), mahasiswa Fisika mengadakan Jalan Sehat bersama warga dengan berbagai hadiah menarik yang ditawarkan.lp-1 lp-2 lp-3 lp-4 lp-5

Penutup

Hambatan dari kegiatan ini adalah banyak acara yang tak sesuai dengan rundown awal. Ada beberapa faktor yang bisa menjadikan hal itu bisa terjadi seperti halnya cuaca yang sulit sekali untuk ditebak. Sehingga pada suatu kegiatan, rundown molor hingga 1 jam, sedangkan para tamu belum berdatangan. Namun pada 1 jam setelahnya, para tamu dan warga bisa datang dengan antusias. Koordinasi dengan para perangkat desa juga perlu ditingkatkan lagi.

Related posts



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »