International Credit Transfer Di Tarlac Agriculture University oleh Kurrotul Hasanah Angkatan 2019 Pendidikan Matematika

Halo teman-teman! Saya Kurrotul Hasanah dari kelas Pendidikan Matematika 2019U, Jurusan Matematika FMIPA UNESA. Di kesempatan ini, saya akan membagikan pengalaman saya selama mengikuti program International Credit Transfer di Tarlac Agricultural University, Filiphina. Saya mengambil Mata Kuliah Communication Theory dengan beban belajar 3 sks. Mata kuliah ini terjadwal pada hari Selasa dan Kamis pukul 10.30 am – 12.00 pm waktu bagian Filiphina atau sekitar pukul 09.30 am – 11.00 am Waktu Indonesia bagian Barat. Dosen pengampu di mata kuliah ini adalah Bu Revina Abalos Menor.

Saya mulai mengikuti kelas Mata Kuliah  Communication Theory pada hari Kamis tanggal 4 Maret 2021. Namun, sebenarnya jika dilihat di stream google classroom, terlihat bahwa Bu Revina sudah mengirim Micro-Syllabus (jika di Indonesia semacam RPS / Rencana Pembelajaran Semester) dan buku tentang Teori Komunikasi (berupa file pdf) sejak hari Rabu tanggal 3 Februari 2021. Sejak tanggal itu, mereka melakukan perkuliahan synchronous dan ada beberapa tugas yang sudah mereka kerjakan. Itu artinya, saya tertinggal materi selama kurang lebih 1 bulan dan sebagai akibatnya, saya harus belajar mandiri untuk materi yang tertinggal tersebut. Awalnya ada rasa takut tertinggal dengan teman-teman dari Filiphina yang sudah mengikuti perkuliahan selama kurang lebih 1 bulan, tetapi kemudian saya berusaha untuk mengejar materi yang tertinggal tersebut. Dengan meluruskan niat kembali, berusaha, dan yakin, akhirnya Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar, saya bisa mengejar materi yang tertinggal.

Pada Mata Kuliah Communication Theory, setiap minggunya mahasiswa diharuskan untuk mempelajari materi pada hari Selasa terkait materi yang akan didiskusikan. Sumber belajar yang digunakan dalam mata kuliah ini adalah file buku pdf dan slide PPT yang diberikan oleh Bu Revina. Sementara pada hari Kamis adalah jadwal untuk pertemuan daring atau synchronous melalui google meet.

Di pertemuan awal hingga sebelum UTS, pembelajaran diawali dengan pemberian penjelasan oleh dosen dan tanya jawab mengenai materi yang telah dijelaskan. Setelah kelas synchronous, terkadang juga diberikan assignment melalui google classroom yang harus dikerjakan.  Selain itu, juga terdapat  kuis melalui google form yang harus dikerjakan mahasiswa setiap beberapa materi selesai dibahas. Materi yang dibahas dalam mata kuliah ini cenderung membahas teori-teori yang ada dalam bidang komunikasi dan penerapannya. Untuk pertemuan setelah UTS hingga sebelum UAS, pembelajaran dilakukan dengan cara presentasi yang dilakukan secara berkelompok dan kemudian tanya jawab terkait materi yang telah dibahas. Dan untuk UTS dan UAS kurang lebih sama seperti perkuliahan daring di Indonesia, soal diberikan melalui google classroom, kemudian jawaban diketik di Ms Word dan disubmit sebelum batas waktu yang diberikan.

Berbeda dengan di Indonesia yang terbiasa menggunakan grup WhatsApp untuk sarana komunikasi antara dosen dengan mahasiswa atau mahasiswa dengan mahasiswa, di sana mereka menggunakan Facebook. Kami memiliki grup kelas di Facebook yang tujuannya adalah untuk mengirim link meeting dan mengomunikasikan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan. Selain itu, sarana komunikasi lain untuk menghubungi dosen adalah melalui Email. Terkadang juga dosen di sana memberitahukan tentang kegiatan perkuliahan kepada mahasiswa dengan cara japri melalui Email.

Salah satu kendala ketika mengikuti kegiatan perkuliahan di TAU ini adalah pada penggunaan bahasa. Terkadang dosen TAU menggunakan bahasa tagalog (bahasa setempat) untuk menjelaskan materi yang sedang diajarkan (misal, dalam memberikan contoh). Hal ini biasanya terjadi di luar kendali sang dosen (terjadi secara refleks), tetapi beliau akan mengulangi penjelasannya dalam bahasa inggris agar difahami oleh mahasiswa dari Indonesia. Selain itu, terkadang koneksi internet menjadi kendala dalam perkuliahan secara synchronous. Koneksi buruk tidak hanya menjadi permasalahan di Indonesia, tetapi juga terjadi di Filipina. Dalam hal ini, dosen TAU memaklumi kondisi mahasiswa yang mengalami masalah dengan koneksi internet. Beliau sangat ramah, bahkan ketika ada mahasiswa yang tidak bisa mengikuti kuis atau ujian, beliau akan menjadwalkan kuis atau ujian di hari lain untuk mahasiswa yang tidak bisa mengikuti kuis atau ujian tersebut.

Cukup sekian. Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat untuk kalian. Satu kalimat motivasi sebagai penutup tulisan saya, jangan pernah takut untuk mencoba karena kita tidak akan tahu sampai kita mencobanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *