Menggugah Semangat di Peringatan ke-97: Sumpah Pemuda sebagai Pijakan Generasi Muda yang Inovatif dan Persatuan

Views: 36

Surabaya – Pada 28 Oktober 2025, bangsa Indonesia memperingati secara resmi Sumpah Pemuda ke-97, sebuah hari yang tak hanya mengingatkan kita pada ikrar persatuan di masa lalu, tetapi juga menantang generasi muda masa kini untuk mengambil peran nyata.

Berkaca dari sejarah, ikrar Sumpah Pemuda yang diucapkan dalam Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928 ini menegaskan tiga poin penting: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, karena momen itu, persatuan bangsa Indonesia mulai mendapatkan pijakan yang lebih kokoh.

Tahun ini, tema resmi yang diusung ialah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini menegaskan bahwa generasi muda bukan sekadar pengingat sejarah, melainkan pelaku yang diharapkan bergerak aktif dalam berbagai bidang: akademik, riset, pengabdian masyarakat, hingga inovasi teknologi.

Untuk lingkungan FMIPA Unesa, peringatan ini bisa dijadikan momentum. Berikut beberapa gagasan yang bisa dijalankan:

  1. Refleksi nilai persatuan
    Mengajak mahasiswa dari berbagai disiplin—matematika, biologi, fisika, kimia, dan lain-lain—untuk duduk bersama dalam forum lintas-fakultas. Bahas: bagaimana keilmuan kita bisa bersinergi demi kemajuan bangsa.
  2. Inovasi ilmiah sebagai wujud kontribusi
    “Bergerak” tidak hanya berarti fisik atau digital semata, tetapi juga melahirkan karya. Misalnya riset mahasiswa yang menghadirkan solusi lokal berbasis sains. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.
  3. Bangga memakai dan memperkuat Bahasa Indonesia dalam ilmu
    Salah satu poin ikrar adalah “menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”. Di lingkungan akademik, kita bisa lebih aktif menulis laporan, publikasi, dan presentasi dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebagai bagian menjaga identitas bangsa di ranah ilmu pengetahuan.
  4. Kegiatan bersama lintas suku, latar belakang, dan budaya
    Karena persatuan juga berarti keberagaman menjadi kekuatan. FMIPA Unesa dapat mengadakan dialog, kegiatan sosial, atau pameran kecil yang melibatkan peserta dari latar daerah/etnis yang berbeda, untuk menguatkan rasa kebersamaan.

Menutup artikel ini, mari kita renungkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda ke-97 bukan hanya seremoni tahunan. Ia adalah panggilan bagi generasi muda masa kini untuk berdiri, bergerak, dan memberi kontribusi nyata. Jika para pemuda 1928 mampu menegaskan ikrarnya di era yang penuh tantangan, maka kita generasi muda di FMIPA Unesa harus mampu menyikapinya dengan semangat yang relevan: riset yang berdampak, integritas akademik, dan sinergi antar-ilmuwan muda.

Selamat memperingati. Semoga semangat persatuan terus menginspirasi langkah kita ke depan.