Mengapa Hujan Deras Sering Disertai Angin Putar? Memahami Fenomena Downburst, Gust Front, dan Puting Beliung Mini

Views: 482

Hujan Deras dan Angin Putar: Kombinasi yang Sering Bikin Kaget

Saat hujan deras turun tiba-tiba, sering kali kita merasakan hembusan angin yang berubah arah, berputar, atau bahkan terasa “ngglundung” dari berbagai arah. Banyak yang menyebutnya sebagai angin puting beliung, padahal belum tentu. Dalam sains atmosfer, fenomena ini berkaitan erat dengan dinamika awan badai dan arus angin di dekat permukaan tanah.

Fenomena angin berputar saat hujan deras di kota besar seperti Surabaya sangat umum terjadi dan memiliki penjelasan sains yang menarik.

Angin Putar dari Downburst (Angin Jatuh Kencang)

Fenomena pertama yang sering menyertai hujan deras adalah downburst, yaitu kolom udara dingin dari dalam awan cumulonimbus yang jatuh dengan kecepatan tinggi. Ketika udara jatuh dan menyentuh permukaan tanah, ia menyebar ke segala arah seperti air tumpah ke lantai. Penyebaran ini menciptakan angin yang berhembus kencang, arahnya berubah tiba-tiba, dan terasa “berputar-putar” di sekitar bangunan dan jalanan. Namun angin putar jenis ini bukanlah puting beliung, melainkan efek turbulensi dari udara yang menyebar sangat cepat.

Gust Front: “Benturan” Antara Udara Dingin dan Udara Panas

Hujan deras biasanya membawa udara sangat dingin dari atmosfer atas. Saat udara dingin ini mengalir cepat ke depan awan badai dan bertemu udara panas di permukaan bumi, terjadi benturan massa udara yang disebut Gust Front.

Ciri-ciri gust front, di antaranya ialah: angin tiba-tiba kencang sebelum hujan jatuh, arah angin bisa berubah cepat, sering menimbulkan pusaran kecil di persimpangan bangunan atau jalan, terasa seperti angin “menerjang dari samping”. Gust front inilah yang sering membuat pohon tiba-tiba bergoyang kencang dan spanduk beterbangan.

Pusaran Lokal (Vortex) di Antara Gedung dan Pepohonan

Permukaan kota memiliki banyak bangunan tinggi, pohon besar, dinding, dan gang sempit. Saat angin kencang dari hujan menghantam struktur ini, arah alirannya akan berbelok, terpecah, memutar, dan bertemu kembali di titik lain. Kondisi ini menimbulkan pusaran lokal (mini swirling vortex) yang tidak berbahaya tetapi terasa seperti angin berputar-putar di satu titik. Fenomena ini sangat umum terjadi di Surabaya, terutama di perumahan dan koridor kampus.

Puting Beliung Mini (Landspout / Gustnado)

Kalau pusaran angin cukup kuat, terkadang muncul fenomena kecil yang disebut Gustnado atau Landspout. Ini adalah mini tornado yang muncul di sepanjang tepi gust front. Cirinya:

  • durasinya sangat singkat (kurang dari 1 menit)
  • tidak terhubung ke awan seperti tornado besar
  • biasanya hanya mengangkat debu, daun, dan plastik
  • sering muncul saat hujan sangat deras, bukan saat cerah

Fenomena ini bisa terlihat seperti angin puting beliung kecil, tetapi skalanya jauh lebih kecil dan tidak seberbahaya tornado sebenarnya.

Peran Awan Cumulonimbus (CB) sebagai “Mesin Angin”

Semua fenomena di atas berawal dari satu jenis awan, yaitu Awan Cumulonimbus (CB) yang terkenal sebagai “mesin badai”. Awan ini menghasilkan arus naik (updraft) yang kuat, arus turun (downdraft) yang dingin, turbulensi hebat, interaksi massa udara panas-dingin, geseran angin (wind shear). Ketika awan CB tumbuh tinggi di sore hari dan mulai runtuh saat malam datang, maka angin putar lokal semakin sering terjadi.

Mengapa Fenomena Ini Sering Terjadi di Surabaya?

Faktor pendukung yang membuat fenomena ini sering terjadi di Surabaya di antaranya karena suhu permukaan yang panas, urban heat island, banyak bangunan tinggi, musim hujan, dan kelembaban sangat tinggi pada sore-malam hari. Suhu permukaan yang panas memicu konveksi kuat. Sedangkan urban heat island memperkuat pertumbuhan awan. Adapun banyak bangunan tinggi di Surabaya menyebabkan turbulensi angin. Selain itu, pada saat musim hujan memang banyak awan CB yang tumbuh cepat. Kelembaban sangat tinggi pada sore–malam hari memperkuat kondisi sehingga terjadi hujan deras disertai angin putar. Tak heran jika saat hujan deras akhir-akhir ini angin terasa liar, berubah-ubah, bahkan muter-muter.

Kesimpulan

Angin putar yang menyertai hujan deras bukanlah hal aneh. Sains atmosfer menjelaskan bahwa kombinasi downburst, gust front, turbulensi bangunan, dan pusaran lokal adalah penyebab utama fenomena ini. Memahami dinamika angin saat hujan dapat membantu kita lebih waspada—terutama saat berkendara, berada di tengah pepohonan, atau berjalan di dekat bangunan tinggi.

-Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah-