Views: 132
Surabaya – Umat Islam di Indonesia dan dunia akan memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Perayaan ini ditetapkan berdasarkan kalender Hijriah yang menunjukkan tanggal 27 Rajab 1447 H, momen penting dalam sejarah Islam yang penuh makna spiritual.
Isra Mi’raj adalah peristiwa agung di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam yang luar biasa dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra), lalu naik ke langit tertinggi (Mi’raj) hingga bertemu dengan Sang Pencipta. Kejadian ini menjadi tonggak penting, terutama karena pada peristiwa inilah Nabi menerima perintah langsung untuk melaksanakan shalat lima waktu yang menjadi salah satu rukun Islam.
Makna dan Relevansi Peringatan
Isra Mi’raj bukan sekadar ingatan sejarah. Bagi umat Islam, peringatan ini menjadi ajang memperdalam iman, memperkuat kualitas ibadah, dan menegaskan kembali nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak untuk meneladani keteguhan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tantangan dan ujian dakwah, serta mengokohkan hubungan antara manusia dan Sang Pencipta melalui disiplin shalat.
Libur Nasional dan Momentum Refleksi
Di Indonesia, Isra Mi’raj pada 2026 telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui keputusan bersama tiga kementerian, sehingga sebagian masyarakat memiliki kesempatan memperingati momen ini dengan lebih khusyuk. Karena bertepatan dengan hari Jumat, libur ini juga berpotensi menciptakan long weekend sehingga bisa dimanfaatkan untuk refleksi bersama keluarga dan kegiatan spiritual.
Pesan untuk Sivitas FMIPA Unesa
Bagi sivitas FMIPA Unesa, peringatan Isra Mi’raj menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan nilai-nilai moral dan spiritual dalam konteks akademik. Semangat keteguhan dalam mengikuti petunjuk kebenaran dan ketentuan ibadah dapat diambil sebagai inspirasi dalam menunaikan tugas sebagai pendidik, peneliti, dan mahasiswa yang bertanggung jawab.
Saat kita memasuki awal tahun 2026, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pergumulan ilmu dan spiritualitas dapat berjalan beriringan, saling memperkuat untuk mewujudkan kualitas hidup yang harmonis dan bermakna.
