Views: 35
Surabaya, 9 November 2025 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya berperan sentral dalam riset strategis pengembangan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui Konsorsium KATALIS yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Tim dari Program Studi S3 Pendidikan Sains FMIPA Unesa mengembangkan strategi pembelajaran adaptif, terpersonalisasi, dan kontekstual yang memadukan kecerdasan buatan dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Kolaborasi Riset dan Peran Mitra Perguruan Tinggi
Konsorsium ini melibatkan tiga perguruan tinggi terkemuka di Indonesia:
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) — fokus pada pengembangan perangkat pembelajaran berbasis etno-SSI (Science-Society-Innovation) dengan konteks minuman tradisional legen.
- Universitas Negeri Malang (UM) — bertugas mengembangkan platform AI untuk personalized learning.
- Universitas Negeri Semarang (Uness) — bertanggung jawab atas pengembangan asesmen multimoda berbasis AI yang mampu memberikan umpan balik secara otomatis.
Tim peneliti Unesa terdiri atas: Beni Setiawan, S.Pd., M.Pd., Ph.D; Prof. Dr. Achmad Lutfi, M.Pd.; Dr. Ahmad Fauzi Hendratmoko, S.Pd., M.Pd.; Dr. Yeni Anistyasari, S.Pd., M.Kom.; Fasih Bintang Ilhami, Ph.D.; Aris Rudi Purnomo, M.Pd., M.Sc.; Wahyu Budi Sabtiawan, M.Pd., M.Sc.; dan Dhita Ayu Permata Sari, M.Pd.
Kegiatan riset dilakukan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang ke-3 pada tanggal 7-9 November 2025 bertempat di FMIPA Unesa, Surabaya. Acara dibuka oleh Dekan FMIPA Unesa, Prof. Dr. Wasis, M.Si.
Relevansi Sains dan Pendidikan di Era AI
Inovasi ini sejalan dengan visi FMIPA Unesa sebagai kampus konservasi yang tangguh dan berprestasi. Beberapa poin relevansi:
- Pembelajaran berbasis AI memungkinkan adaptasi belajar sesuai kebutuhan individu, mendukung konsep differentiated instruction dan adaptive learning.
- Etno-SSI mengaitkan sains dengan konteks lokal, sehingga pembelajaran tidak hanya teknis, tetapi juga bermakna secara budaya dan sosial.
- Asesmen multimoda berbasis AI mempercepat umpan balik dan meningkatkan efektivitas pembelajaran—yang sebelumnya menjadi tantangan besar di sistem pendidikan massal.
Komitmen FMIPA untuk Masa Depan Pendidikan
Melalui riset strategis seperti ini, FMIPA Unesa menunjukkan bahwa fakultas tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga pada pengembangan metodologi pendidikan masa depan yang relevan dengan tantangan global dan lokal. Inisiatif ini diharapkan dapat:
- meningkatkan kualitas guru dan dosen dalam pemanfaatan AI dalam pembelajaran,
- memperkuat integrasi sains, teknologi, dan budaya di sekolah dan perguruan tinggi,
- menjadi pilot project yang dapat diadopsi secara nasional.
