Hari Jaminan Kesehatan Dunia: Meneguhkan Akses Layanan Kesehatan Universal untuk Semua

Hari Jaminan Kesehatan Dunia 2025

Views: 54

Setiap tanggal 12 Desember, dunia memperingati Hari Jaminan Kesehatan Dunia (World Health Insurance Day), sebuah momentum global untuk menegaskan bahwa akses terhadap layanan kesehatan yang layak dan terjangkau merupakan hak dasar setiap manusia. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat penting akan komitmen negara-negara di dunia dalam mewujudkan sistem jaminan kesehatan universal yang inklusif dan berkeadilan.

Bagi sivitas akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya, Hari Jaminan Kesehatan Dunia memiliki keterkaitan erat dengan peran ilmu pengetahuan dalam mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Sejarah Hari Jaminan Kesehatan Dunia

Hari Jaminan Kesehatan Dunia berakar dari pengakuan global terhadap konsep Universal Health Coverage (UHC), yang secara resmi dicanangkan melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2012. Resolusi tersebut menegaskan bahwa setiap orang harus dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa menghadapi beban finansial yang memberatkan.

Sejak itu, tanggal 12 Desember diperingati sebagai hari internasional untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya sistem jaminan kesehatan yang kuat, berkelanjutan, dan merata. Peringatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being.

Makna Jaminan Kesehatan di Era Modern

Jaminan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan medis, tetapi mencakup berbagai aspek penting, antara lain:

  • Akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas
  • Perlindungan finansial bagi masyarakat
  • Ketersediaan obat dan teknologi kesehatan yang aman
  • Pencegahan penyakit dan promosi kesehatan
  • Ketahanan sistem kesehatan menghadapi krisis global

Di tengah tantangan global seperti pandemi, perubahan iklim, polusi lingkungan, dan meningkatnya penyakit tidak menular, keberadaan sistem jaminan kesehatan yang kuat menjadi fondasi utama bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi suatu negara.

Peran Sains dan FMIPA dalam Mendukung Jaminan Kesehatan

Sebagai fakultas yang menaungi ilmu dasar, FMIPA Unesa memiliki kontribusi strategis dalam mendukung upaya peningkatan kualitas sistem kesehatan dan jaminan kesehatan masyarakat, antara lain melalui:

  • Fisika: pengembangan teknologi medis, alat diagnostik, dan instrumentasi kesehatan.
  • Kimia: kajian bahan obat, analisis kualitas air dan lingkungan, serta keamanan pangan.
  • Biologi: pemahaman sistem biologis, kesehatan lingkungan, dan pencegahan penyakit.
  • Matematika dan statistika: pemodelan epidemiologi, analisis data kesehatan, serta perencanaan sistem layanan berbasis data.

Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, FMIPA turut memperkuat literasi sains kesehatan, yang menjadi dasar pengambilan kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy).

Hari Jaminan Kesehatan Dunia dan Tantangan Indonesia

Sebagai negara dengan jumlah penduduk besar dan wilayah yang luas, Indonesia menghadapi tantangan dalam mewujudkan jaminan kesehatan yang merata, mulai dari kesenjangan akses layanan hingga faktor lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor—termasuk peran akademisi dan institusi pendidikan—menjadi kunci penting dalam memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional.

Peringatan Hari Jaminan Kesehatan Dunia menjadi momentum refleksi bahwa kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan, pendidikan, dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Penutup

Hari Jaminan Kesehatan Dunia mengingatkan kita bahwa kesehatan adalah fondasi utama pembangunan manusia. Melalui penguatan sains, pendidikan, dan kolaborasi lintas disiplin, FMIPA Unesa terus berkomitmen mendukung terwujudnya sistem kesehatan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Selamat Memperingati Hari Jaminan Kesehatan Dunia.
Mari bersama mewujudkan akses layanan kesehatan yang merata untuk semua.

(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)