Views: 102
Surabaya, 29 November 2025 — Kawasan Asia Tenggara tengah dilanda bencana hidrometeorologi berskala besar. Hujan ekstrem yang dipicu sistem cuaca siklonik menyebabkan banjir besar dan tanah longsor di beberapa wilayah Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Peristiwa ini dinyatakan sebagai salah satu bencana regional paling mematikan dalam satu dekade terakhir.
Indonesia: Sumatera Alami Dampak Terparah
Beberapa provinsi di Pulau Sumatra—khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—mengalami kerusakan parah akibat luapan sungai, banjir bandang, dan longsor di wilayah perbukitan. Laporan terbaru menunjukkan:
- Ratusan korban jiwa telah ditemukan akibat banjir dan longsor yang merusak permukiman, jembatan, serta akses jalan utama.
- Puluhan warga masih dinyatakan hilang, sementara proses pencarian terus dilanjutkan oleh Basarnas dan TNI.
- Ribuan keluarga mengungsi ke titik-titik pengungsian karena rumah mereka rusak total atau terendam lumpur.
- Infrastruktur penting seperti listrik, jaringan internet, dan akses logistik mengalami gangguan di banyak daerah.
Pemerintah pusat telah menerjunkan bantuan cepat berupa pesawat C-130 Hercules, helikopter, serta lebih dari 4.000 personel TNI–Polri untuk mendukung evakuasi, distribusi logistik, dan penanganan darurat di tiga provinsi terdampak.
Malaysia: Banjir Meluas di Banyak Negara Bagian
Malaysia juga melaporkan banjir besar di sejumlah wilayah, dengan ribuan warga terpaksa mengungsi. Hujan ekstrem menyebabkan beberapa sungai utama meluap, merendam kawasan permukiman dan fasilitas umum. Pemerintah Malaysia mengeluarkan peringatan cuaca buruk dan mengaktifkan sistem manajemen bencana nasional untuk mempercepat bantuan.
Thailand: Bagian Selatan Terendam, Ratusan Korban Dilaporkan
Wilayah Thailand bagian selatan, terutama di Provinsi Songkhla dan Kota Hat Yai, mengalami banjir parah. Laporan internasional menyebutkan ratusan warga Thailand meninggal akibat bencana ini, sementara ribuan lainnya harus mengungsi. Pemerintah Thailand masih terus melakukan upaya evakuasi dan pemulihan.
Bencana Regional yang Menggugah Kepedulian Bersama
Tragedi ini menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi dapat menjadi ancaman lintas negara, terutama saat pola cuaca ekstrem berkembang di kawasan tropis. Pemerintah masing-masing negara saat ini tengah berkoordinasi dalam penanganan darurat serta kesiapsiagaan lanjutan.
FMIPA Unesa menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini dan berharap proses evakuasi serta pemulihan dapat berjalan cepat, aman, dan tertangani dengan baik.
(Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah, Tim Redaksi FMIPA Unesa)
diadaptasi dari berbagai sumber terkini
