Views: 50
Surabaya β Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menghadirkan kegiatan penguatan kapasitas akademik melalui Workshop on Scientific Writing and Publication dalam rangkaian Visiting Top Professor (VTP) FMIPA UNESA 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ebenezer Bonyah, profesor matematika dari Akenten Appiah-Menka University of Skills Training and Entrepreneurial Development (AAMUSTED), Ghana, yang juga masuk dalam daftar Top 2% World Scientists.
Workshop diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FMIPA UNESA yang memiliki minat dalam pengembangan publikasi ilmiah internasional. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya FMIPA UNESA dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan produktivitas publikasi bereputasi, serta memperluas kontribusi penelitian pada tingkat global.

Dalam materi bertajuk βTips for Writing and Publishing Research Findings in Indexed Journalsβ, Prof. Bonyah menekankan bahwa keberhasilan publikasi ilmiah tidak hanya ditentukan oleh kualitas hasil penelitian, tetapi juga oleh kemampuan peneliti dalam merancang, menulis, dan mengkomunikasikan temuan penelitian secara sistematis dan meyakinkan.
Menurutnya, proses publikasi sebenarnya dimulai jauh sebelum artikel ditulis. Peneliti perlu merencanakan penelitian secara matang, memahami perkembangan literatur terkini, merumuskan hipotesis yang jelas, serta memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki kontribusi baru terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Ia mengingatkan bahwa banyak peneliti muda terlalu cepat masuk pada tahap pengumpulan data tanpa perencanaan penelitian yang memadai.
Prof. Bonyah juga menjelaskan pentingnya membangun struktur artikel ilmiah yang kuat mulai dari judul, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil, pembahasan, hingga kesimpulan. Setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda dan harus disusun secara logis agar mampu menyampaikan pesan penelitian secara efektif kepada pembaca maupun reviewer jurnal.

Pada sesi tersebut, peserta memperoleh berbagai tips praktis dalam menulis artikel ilmiah, termasuk cara menyusun literature review yang kritis, mengidentifikasi kontribusi penelitian, menghindari kesalahan umum dalam penulisan akademik, serta menyusun pembahasan yang mampu menjelaskan makna dan implikasi hasil penelitian. Prof. Bonyah menekankan bahwa artikel yang baik bukan hanya melaporkan hasil penelitian, tetapi juga menjelaskan mengapa hasil tersebut penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Selain membahas teknik penulisan, workshop juga mengulas strategi memilih jurnal yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian. Menurut Prof. Bonyah, pemilihan jurnal yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang diterimanya artikel. Peneliti perlu memahami fokus jurnal, tingkat reputasi, waktu proses publikasi, serta kesesuaian topik penelitian dengan tujuan jurnal yang dituju.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah pembahasan mengenai proses peer review dan strategi merespons komentar reviewer. Prof. Bonyah menekankan pentingnya sikap profesional dalam menanggapi masukan reviewer serta kemampuan memperbaiki naskah berdasarkan kritik yang diberikan. Menurutnya, proses revisi merupakan bagian penting dalam menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas dan layak dipublikasikan.
Selain itu, ia juga mendorong peserta untuk meningkatkan visibilitas riset melalui berbagai platform akademik internasional seperti Scopus Author ID, ORCID, Google Scholar, Web of Science, ResearchGate, dan LinkedIn. Pengelolaan identitas akademik yang baik dinilai penting untuk meningkatkan keterbacaan, sitasi, dan jejaring kolaborasi penelitian di tingkat global.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait strategi publikasi pada jurnal terindeks Scopus, pemilihan jurnal bereputasi, penanganan artikel yang ditolak (rejected manuscript), hingga pengembangan kolaborasi internasional untuk meningkatkan kualitas publikasi.
Pelaksanaan workshop ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas akademik dan literasi penelitian, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan budaya inovasi berbasis riset, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring publikasi dan kolaborasi akademik internasional.
Melalui kegiatan Visiting Top Professor 2026, FMIPA UNESA terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang unggul, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta memperluas kontribusi akademik sivitas kampus dalam menjawab berbagai tantangan global melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.
-MNRJ-
