FMIPA UNESA dan BMKG Rencanakan Kerja Sama Riset Kolaborasi hingga Program Magang MBKM

Jajaran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya menerima kunjungan tim Puslitbang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Lantai 2 Gedung FMIPA Unesa Ketintang pada Kamis (10/6/2021).

Pada kesempatan itu dari FMIPA hadir Prof. Dr. Madlazim, M.Si, Dekan FMIPA UNESA beserta jajaran wakil dekan, dosen selingkung fakultas dan para staff. Sementara dari BMKG hadir Koordinator Litbang Bidang Geofisika Dr. Supriyanto Rohadi, M.Si, Angga Setiyo Prayogo, M.Si selaku peneliti utama, Tio Azhar Prakoso Setiadi, S.Tr, Mangisi Sumihar Yuliyanti, S.Si dan Salsabila Monica.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menindaklanjuti perjanjian kerja sama (PKS) tentang ‘Operasionalisasi Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang Gempa Bumi dan Tsunami’ antara FMIPA dan BMKG sebelumnya. Selain itu, dua pihak, masing-masing mempresentasikan hasil riset-riset terbaru tentang potensi dan peringatan dini kebencanaan (gempa bumi dan tsunami) di Indonesia.

Prof. Dr. Madlazim, M.Si pada kesempatan itu memaparkan tiga dari 97 hasil penelitian lanjutan dan yang terbaru oleh FMIPA dalam 10 tahun terakhir yang sudah terpublikasi, mendapat hak paten atau HKI. Tiga di antaranya yakni penelitian tentang Aplikasi Prediksi Tsunami Menggunakan Tsunami Faulting Model, Instrumen Peringatan Gempa Bumi yang Ditempel di Gedung, dan Model Pembelajaran Mitigasi Bencana Gempa Bumi atau Tsunami (ORSAEV).

Guru Besar Perancang Aplikasi Deteksi Dini Tsunami itu mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas kerja sama bidang penelitian dan pengembangan untuk terus menghadirkan inovasi, meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam merilis informasi gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat.

“Setelah terjadi gempa bumi di suatu wilayah apakah itu berpotensi tsunami atau tidak, BMKG dituntut untuk merilis informasi atau peringatan dini secepat dan seakurat mungkin, sehingga masyarakat cepat dapat informasi dan segera tahu apakah harus evakuasi dan mengungsi atau tidak,” ujarnya.

Ke depan, dua pihak juga merencanakan kerja sama dalam bidang magang riset dan magang kerja untuk mahasiswa FMIPA Unesa di BMKG. Menurutnya, program magang riset memang harus dilakukan di pusat-pusat penelitian seperti Puslitbang BMKG dan LIPI atau lembaga lain yang punya Puslitbang. “Ini penting sekali bagi Unesa, sebab sangat mendukung pengembangan keterampilan dan kompetensi mahasiswa,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Supriyanto Rohadi. S.Si., M.Si pada kesempatan itu memaparkan aspek yang bisa dilakukan riset kolaborasi ke depannya, beberapa di antaranya seperti riset meningkatkan pemantauan gempa bumi, pengembangan peringatan dini gempa bumi, mengidentifikasi zona aktif seismic, pembuatan peta detail bahaya seismic, maupun dalam hal prediksi gerakan tanah.

Ia melanjutkan, BMKG dan FMIPA akan melakukan yang terbaik untuk kepentingan dua belah pihak dalam menghasilkan riset-riset terbaru yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kita harapkan juga, ada formula atau metode dari Unesa kemudian bisa kita kolaborasi dan dukung dengan data dari BMKG,” ujarnya.

Kemudian ia juga merespons tentang kerja sama mendukung MBKM program magang riset dan magang kerja untuk mahasiswa Unesa ke depannya. Pihaknya mengaku siap untuk mengakomodasi usulan tersebut dan bersama jajaran pusat akan membicarakan lebih lanjut termasuk perihal rancangan kurikulum magang yang harus disiapkan. (disadur dari unesa.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *